Qalibaf Peringatkan Respons Tegas Iran terhadap Setiap Agresi

Teheran, Purna Warta – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memperingatkan bahwa Iran sepenuhnya siap untuk merespons secara tegas setiap tindakan agresi, dan memperingatkan musuh agar tidak melakukan kesalahan perhitungan lagi.

Berpidato di hadapan sidang parlemen pada hari Selasa, Qalibaf mengatakan bahwa penguatan kemampuan pertahanan Iran kini menjadi prioritas utama.

Baca juga: Juru Bicara Iran: EU3 Tidak Berhak Menggunakan Mekanisme Snapback

Ia meyakinkan rakyat Iran bahwa penguatan kekuatan pertahanan negara sedang diupayakan dengan cepat dan serius.

Qalibaf mencatat bahwa pelajaran dari perang paksa selama 12 hari terakhir telah mengungkap kelemahan yang kini sedang diatasi, sementara kekuatan yang ada sedang diperkuat.

Ia menggarisbawahi bahwa pasukan militer Iran siap untuk merespons lebih kuat dari sebelumnya terhadap setiap kemungkinan serangan terhadap Iran, dan memperingatkan musuh agar tidak melakukan kesalahan perhitungan lagi.

Qalibaf menekankan bahwa perencanaan yang matang oleh Angkatan Bersenjata Iran bertujuan untuk mencegah kesalahan perhitungan musuh.

Ia mengatakan bahwa latihan rudal ‘Sustainable Might’ yang baru-baru ini dilakukan oleh Angkatan Laut Iran mengirimkan pesan yang jelas bahwa dalam setiap konflik di masa depan, pengekangan akan berakhir, dan tempat-tempat baru untuk pembalasan akan dipertimbangkan.

Qalibaf memperingatkan bahwa setiap agresi baru dapat meningkatkan perang ke wilayah-wilayah baru dan meluas ke arena ekonomi dan politik.

Ia juga menyoroti peran bangsa Iran, dengan mengatakan bahwa rakyat Iran, melalui dukungan penuh mereka kepada para pejabat militer dan politik, memberikan pukulan telak terhadap rencana musuh dan menggagalkan rencana untuk menghancurkan negara.

Faktor paling menentukan dalam kekalahan musuh selama perang 12 hari adalah persatuan nasional Iran, yang juga tetap menjadi faktor pencegah utama terhadap ancaman di masa depan, ujarnya.

Pada 13 Juni, rezim Zionis melancarkan perang agresi yang tak beralasan terhadap Iran, menargetkan wilayah militer, nuklir, dan permukiman selama 12 hari berturut-turut. Amerika Serikat kemudian meningkatkan konflik dengan menyerang tiga lokasi nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan pada 22 Juni.

Baca juga: Iran Siap Bekerja Sama dengan Pakistan untuk Membasmi Terorisme di Perbatasan Bersama

Angkatan Bersenjata Iran memberikan respons yang segera dan tegas. Pasukan Dirgantara Garda Revolusi melancarkan 22 gelombang serangan rudal balasan dalam Operasi True Promise III, yang menimbulkan kerusakan signifikan dan kerugian besar di berbagai kota di wilayah pendudukan.

Sebagai balasan atas serangan AS, pasukan Iran juga menargetkan Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar—instalasi militer Amerika terbesar di Asia Barat—dengan rentetan rudal.

Konfrontasi tersebut berakhir pada 24 Juni, ketika gencatan senjata diberlakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *