Prosesi Pemakaman Pemimpin Syahid Mencapai Tempat Suci Imam Ali di Najaf

Bagdad, Purna Warta – Prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah SEED Ali Khamenei yang syahid tiba di tempat suci Imam Ali (AS) di Najaf Irak, di mana kerumunan besar pelayat berkumpul untuk memberikan penghormatan di situs suci tersebut.

Baca juga: Pelayat Irak Mengibarkan Bendera Merah Pembalasan di Pemakaman Pemimpin Syahid

Jenazah Pemimpin yang syahid dibawa ke tempat suci Imam Ali (AS) pada hari Rabu siang setelah prosesi pemakaman umum yang megah melalui Najaf, dengan kerumunan besar pelayat Irak menghadiri upacara tersebut.

Prosesi pemakaman resmi dimulai pada hari Rabu pukul 6 pagi waktu setempat di tengah kehadiran banyak orang di kota suci tersebut dan akan berlanjut menuju Karbala, di mana upacara perpisahan besar lainnya akan diadakan.

Menurut koresponden Tasnim di Najaf, banyaknya orang yang hadir menyebabkan kendaraan yang membawa jenazah Pemimpin yang syahid itu bergerak dengan kecepatan yang sangat lambat. Rute sekitar tiga kilometer, yang merupakan setengah dari jalur prosesi yang direncanakan, memakan waktu hampir empat jam untuk diselesaikan karena banyaknya pelayat.

Rute khusus telah disiapkan untuk kendaraan yang membawa jenazah, namun massa dalam jumlah besar terus bergerak menuju tempat suci Imam Ali (AS) untuk mengambil bagian dalam upacara bersejarah tersebut.

Para pelayat Irak membawa bendera Irak, Iran, dan Hizbullah, serta spanduk berkabung hitam dan bendera merah yang melambangkan seruan balas dendam dan keadilan bagi Pemimpin yang syahid.

Upacara pemakaman dimulai pada Selasa malam dengan resepsi resmi jenazah Ayatollah SEED Ali Khamenei di Bandara Internasional Najaf, di mana pejabat senior Iran dan Irak memberikan penghormatan sebelum perpisahan publik.

Banyak warga Irak menggambarkan menjadi tuan rumah upacara pemakaman sebagai suatu kehormatan besar, dan mengatakan bahwa perpisahan tersebut mencerminkan ikatan agama dan sejarah yang mendalam antara masyarakat Irak dan Iran.

Baca juga: Jenderal Iran: Iran Masih dalam Keadaan Perang

Pemakaman di Irak dilakukan setelah upacara perpisahan besar-besaran di Teheran dan Qom, di mana jutaan warga Iran memberikan penghormatan terakhir mereka kepada Pemimpin yang syahid. Setelah upacara di Najaf dan Karbala, jenazah Ayatollah Khamenei akan kembali ke Iran untuk prosesi pemakaman terakhir dan penguburan di tempat suci Imam Reza (AS) di Masyhad.

Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menjadi martir dalam serangan gabungan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari 2026, di awal perang agresi selama 40 hari melawan Iran. Kemartirannya memicu duka yang meluas di seluruh Iran dan di kalangan pendukung Perlawanan di wilayah tersebut, dengan para pelayat membawa bendera merah sebagai simbol tuntutan mereka akan keadilan dan pembalasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *