Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam komentar intervensi Perdana Menteri Israel baru-baru ini, dengan mengatakan bahwa mereka yang menyuarakan keprihatinan terhadap rakyat Iran seharusnya terlebih dahulu mengakui situasi bencana di Gaza.
Baca juga: Rencana Peningkatan Produksi Minyak Iran Disusun
Berpidato dalam rapat kabinet di Teheran, Presiden Iran mengecam kekejaman yang terus dilakukan oleh rezim Israel, menyoroti jumlah korban tewas yang mengkhawatirkan di antara anak-anak dan populasi rentan lainnya di Gaza.
Presiden menyoroti penderitaan anak-anak dan warga sipil yang tak berdaya di wilayah kantong yang terkepung tersebut, yang bergulat dengan kelaparan dan kurangnya akses terhadap air bersih dan obat-obatan akibat blokade represif yang diberlakukan oleh rezim Israel.
Pezeshkian juga meminta kekuatan global, organisasi internasional, dan kelompok kemanusiaan untuk memberikan perhatian khusus terhadap krisis kemanusiaan di kawasan tersebut, menekankan bahwa jumlah korban jiwa akibat sanksi telah jauh melampaui korban jiwa di kedua Perang Dunia, sebagaimana dilaporkan situs web resminya.
Pezeshkian lebih lanjut mengkritik rezim Israel, menyatakan bahwa rezim tersebut berusaha mempermalukan semua negara tetangga dan telah berulang kali menyerang negara-negara tetangga dan non-tetangga, yang mengakibatkan kehancuran dan kehancuran.
Baca juga: Menlu Iran: Iran Sangat Sensitif Terkait Aksesnya ke Rute Transit
Ia juga mengecam klaim kepedulian kemanusiaan dari para pejabat Israel sebagai ejekan dan tipu daya yang ditujukan kepada publik.
Perang rezim Zionis di Gaza telah menewaskan sedikitnya 61.776 orang dan melukai 154.906 orang sejak Oktober 2023.


