Presiden Iran: BRICS Mengutuk Serangan terhadap Fasilitas Nuklir Iran

Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan anggota BRICS mengutuk serangan terhadap fasilitas nuklir dan infrastruktur sipil Iran dan juga menekankan perlunya menahan diri dan menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara Timur Tengah.

Berbicara setelah berakhirnya KTT BRICS di New Delhi pada hari Minggu, Pezeshkian mengatakan deklarasi KTT tersebut mencerminkan penolakan terhadap serangan-serangan tersebut, serta keprihatinan yang lebih luas terhadap unilateralisme, pendudukan dan pelanggaran hukum internasional. Ia menambahkan bahwa negara-negara peserta menekankan perlunya memperkuat multilateralisme dan berupaya menuju dunia multipolar.

Pezeshkian mengatakan KTT tersebut mempertemukan 11 anggota utama BRICS dan 10 negara yang ingin bergabung dengan kelompok tersebut. Dia menjelaskan bahwa diskusi berfokus pada ketahanan, inovasi, kerja sama dan keberlanjutan, dimana para peserta bertukar pandangan tentang bagaimana mencapai tujuan-tujuan tersebut dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menahan tekanan.

Dia mencatat bahwa penolakan terhadap sanksi sepihak dan tindakan koersif adalah posisi bersama lainnya dalam pertemuan puncak tersebut. Presiden Iran mengatakan para peserta juga mendukung aksesi Iran ke Organisasi Perdagangan Dunia, sementara banyak pemimpin menekankan perluasan perdagangan mata uang nasional dan regional dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat.

Pezeshkian mengatakan pernyataan KTT tersebut juga membahas penolakan terhadap pendudukan, dukungan terhadap kedaulatan Lebanon, kecaman atas agresi Israel, pembentukan wilayah bebas senjata nuklir dan perlunya memerangi terorisme tanpa standar ganda.

Mengacu pada situasi di wilayah tersebut, Pezeshkian mengatakan tidak ada yang bisa menerima serangan terhadap perempuan, anak-anak, rumah sakit dan tempat berkumpulnya warga sipil. Dia berpendapat bahwa kebijakan negara-negara BRICS dapat membantu melawan unilateralisme dan menyatakan harapan bahwa inisiatif kelompok tersebut akan mengurangi masalah yang disebabkan oleh tekanan AS dan kebijakan yang memaksa di seluruh dunia.

Pezeshkian mengatakan KTT tersebut menciptakan prospek yang menjanjikan bagi investasi, pertukaran keuangan dan kerja sama ekonomi yang lebih luas. Dia menambahkan bahwa diskusi yang diadakan mengenai kerja sama perbankan dan Bank Pembangunan Baru BRICS, menyatakan harapan bahwa perjanjian dan konsultasi tersebut akan ditindaklanjuti untuk lebih memperdalam hubungan di antara negara-negara peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *