“Saya Mendukung Israel”: Pernyataan Pembuka Komedian Memicu Penonton Meninggalkan Pertunjukan di Chicago

Support

Washington, Purna Warta – Sebuah video yang viral memperlihatkan sejumlah penonton meninggalkan pertunjukan komedi di Chicago setelah seorang komedian menyatakan dukungannya terhadap Israel. Peristiwa tersebut mendapat perhatian luas di media sosial dan dipandang sebagai salah satu indikasi perubahan sikap publik terhadap Israel.

Komedian sekaligus rabi asal Amerika Serikat, Menachem Silverstein, sedang tampil di Chicago ketika ia membuka pertunjukannya dengan menyatakan dukungannya terhadap rezim Israel, demikian dilaporkan Al Jazeera Arabic.

“Nama saya Menachem, dan saya mendukung Israel,” kata Silverstein pada awal penampilannya.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah penonton berdiri dan berjalan menuju pintu keluar tak lama setelah pernyataan tersebut disampaikan, sementara Silverstein tetap berada di atas panggung.

Rekaman tersebut dengan cepat menjadi viral. Reaksi penonton justru menjadi fokus utama pembicaraan, bukan penampilan komedian tersebut. Al Jazeera menggambarkan insiden itu sebagai “momen memalukan” bagi Silverstein, sementara para pengguna media sosial menafsirkan aksi meninggalkan pertunjukan tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap sikapnya mengenai Israel.

Sebagian pengguna media sosial secara bergurau menyebut pernyataan tersebut sebagai “lelucon pertama” dalam pertunjukan itu. Sementara itu, pengguna lainnya mengatakan bahwa keputusan untuk meninggalkan tempat pertunjukan tanpa melakukan konfrontasi justru lebih efektif daripada mencemooh atau meneriaki komedian tersebut dari dalam ruangan.

Insiden tersebut mendapat perhatian yang lebih luas di tengah meningkatnya kritik terhadap rezim Israel, khususnya setelah perang yang menghancurkan di Gaza.

Perubahan suasana opini publik juga tercermin dalam sejumlah jajak pendapat di Amerika Serikat. Gallup melaporkan pada Februari bahwa, untuk pertama kalinya sejak lembaga tersebut mulai mengukur tingkat simpati warga Amerika terhadap Israel dan Palestina pada 2001, warga Amerika menunjukkan simpati yang lebih besar kepada Palestina dibandingkan Israel.

Sebanyak 41 persen responden mengatakan mereka lebih bersimpati kepada Palestina, sementara 36 persen menyatakan lebih bersimpati kepada Israel. Di antara warga Amerika berusia 18 hingga 34 tahun, hanya 23 persen yang menyatakan simpati lebih besar kepada Israel.

Survei berikutnya yang dilakukan Pew Research Center menemukan bahwa pandangan negatif terhadap pemerintah Israel meningkat menjadi 62 persen pada 2026, sementara pandangan positif berada di angka 32 persen. Di kalangan warga Amerika berusia di bawah 30 tahun, sebanyak 58 persen memiliki pandangan positif terhadap Palestina, dibandingkan dengan 32 persen yang memiliki pandangan positif terhadap Israel.

Dengan demikian, insiden yang melibatkan Silverstein tersebut kemudian banyak disebarluaskan di media sosial sebagai indikasi lain mengenai semakin sengitnya perdebatan publik terkait Israel dan Palestina di Amerika Serikat.

Rezim Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023 dengan tujuan mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Menurut otoritas Gaza, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sekaligus menyebabkan kehancuran luas di seluruh wilayah yang berada dalam kepungan tersebut.

Sedikitnya 1.300 warga Palestina juga telah tewas sejak gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada Oktober 2025 mulai berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *