Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa Amerika berupaya menciptakan perpecahan dan disintegrasi sosial di Iran, menekankan bahwa persatuan dan solidaritas nasional sangat penting untuk melawan penindasan Amerika.
Dalam pertemuan dengan sekelompok pensiunan pada hari Senin, Pezeshkian mengutuk kejahatan yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis terhadap rakyat Iran, dengan mengatakan bahwa mereka yang mengaku menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kemanusiaan menggunakan alat dan teknologi yang mereka miliki untuk membunuh anak-anak yang tidak bersalah, warga sipil dan, khususnya, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah SEED Ali Khamenei.
Presiden menggambarkan persatuan dan kohesi sebagai kunci untuk melawan penindasan AS, dan menekankan bahwa Iran tidak akan pernah tunduk pada Washington jika negara tersebut mempertahankan solidaritas dan kerja sama.
“Jika kita memiliki empati dan sinergi di negara ini dan dapat menjaga persatuan dan kohesi, kita tidak akan pernah tunduk pada Amerika,” kata Pezeshkian.
Dia menambahkan bahwa AS melakukan intimidasi dan mencari disintegrasi sosial melalui masalah dan pembatasan yang diciptakannya. “Amerika telah menutup rute tersebut dan berusaha menciptakan perpecahan di negara ini,” katanya.
Pezeshkian lebih lanjut menunjuk pada penggunaan alat dan teknologi oleh AS dan rezim Israel, dengan mengatakan bahwa mereka telah menciptakan negara teroris dan membunuh siapa pun yang mereka inginkan.
Dia juga mengkritik pelabelan orang-orang yang tidak bersalah di Gaza sebagai teroris, dan menekankan bahwa orang-orang di sana bahkan tidak memiliki air dan makanan untuk dikonsumsi.
Presiden lebih lanjut mencatat bahwa Iran saat ini berupaya memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga, dan mengatakan bahwa kerja sama antar negara dapat membantu mengatasi masalah dan kekhawatiran mereka. “Jika kita bergandengan tangan, kita bisa mengatasi masalah dan kekhawatiran ini,” katanya.
Pezeshkian mencatat, meski AS telah menutup jalur laut, tingkat interaksi Iran dengan negara sahabat dan tetangga lainnya meningkat melalui jalur darat.


