Hamas: Runtuhnya Gedung Al-Sa’adah di Gaza Membuka Babak Baru Dampak Perang yang Menghancurkan

Hamas c

Al-Quds, Purna Warta – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam sebuah pernyataan menyebut runtuhnya gedung Al-Sa’adah di Kota Gaza yang menimpa para penghuni dan pengungsi di dalamnya sebagai sebuah bencana kemanusiaan. Hamas menyatakan bahwa rezim Zionis Israel bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Hamas dalam pernyataannya menyatakan bahwa bencana kemanusiaan terjadi di Kota Gaza setelah gedung Al-Sa’adah runtuh menimpa para penghuni dan pengungsi yang berlindung di dalamnya, sehingga sejumlah orang gugur. Hamas menyebut sekitar 100 warga masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan.

Menurut laporan kantor berita IRNA, Hamas menambahkan bahwa insiden tersebut membuka babak baru dari dampak kemanusiaan yang disebutnya sebagai bencana akibat perang yang dilancarkan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Gerakan tersebut menegaskan bahwa rezim Zionis Israel bertanggung jawab atas bencana tersebut dan menyebut insiden itu sebagai kelanjutan langsung dari perang di Jalur Gaza.

Hamas menambahkan bahwa dampak serangan Israel, menurut pernyataannya, tidak hanya berupa pengeboman terhadap warga sipil, penghancuran rumah-rumah mereka, dan jatuhnya korban, tetapi juga terus berlanjut melalui runtuhnya bangunan-bangunan yang sebelumnya telah rusak dan kini berada dalam kondisi rawan roboh. Menurut Hamas, warga terpaksa berlindung di bangunan-bangunan tersebut untuk mencari tempat tinggal di tengah kehancuran luas yang melanda rumah dan kawasan permukiman.

Hamas menyatakan bahwa kekurangan parah peralatan untuk menyingkirkan reruntuhan serta sarana penyelamatan yang diperlukan untuk mencari puluhan orang yang masih hilang di bawah reruntuhan gedung Al-Sa’adah, sementara waktu-waktu penting terus berlalu, semakin mengancam keselamatan warga sipil.

Gerakan tersebut kemudian menyerukan tindakan internasional segera untuk memasukkan alat-alat berat, peralatan pencarian dan penyelamatan, serta perlengkapan pertahanan sipil ke Jalur Gaza, agar tim penyelamat dapat menjangkau orang-orang yang terjebak dan menyelamatkan mereka yang masih hidup.

Hamas memperingatkan kemungkinan terjadinya bencana kemanusiaan dengan skala yang lebih luas. Gerakan tersebut menyatakan bahwa berdasarkan keterangan Pertahanan Sipil Gaza, sekitar 2.000 bangunan berada dalam kondisi terancam runtuh, sementara bangunan-bangunan tersebut masih menjadi tempat tinggal warga.

Hamas juga menegaskan bahwa kondisi tersebut menempatkan ribuan warga dalam ancaman nyata dan terus-menerus terhadap keselamatan mereka.

Dalam pernyataan selanjutnya, Hamas mengatakan bahwa dalam berbagai pertemuan dan komunikasi sebelumnya dengan para mediator serta pihak-pihak internasional, kepemimpinan gerakan tersebut berulang kali menekankan perlunya tindakan segera untuk menghentikan bencana kemanusiaan yang, menurut Hamas, ditimbulkan oleh tindakan rezim Zionis Israel serta dampaknya yang terus berlanjut di Jalur Gaza.

Hamas meminta para mediator, pemerintah Amerika Serikat, dan lembaga-lembaga internasional terkait untuk menjalankan tanggung jawab mereka serta segera mengambil langkah guna menghapus pembatasan yang menghambat masuknya peralatan bantuan dan mesin yang diperlukan untuk operasi penyelamatan.

Hamas juga menyerukan penanganan terhadap risiko kemanusiaan yang semakin meningkat serta penyediaan fasilitas yang diperlukan untuk menyediakan tempat tinggal yang aman bagi warga Palestina yang akibat perang dan kehancuran rumah mereka terpaksa tinggal di bangunan-bangunan yang telah rusak dan berada dalam kondisi rawan runtuh.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah sebuah bangunan tempat tinggal enam lantai di Jalur Gaza yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan Israel runtuh. Insiden tersebut menyebabkan 11 warga Palestina gugur dan puluhan lainnya dinyatakan hilang.

Mahmoud Bassal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, mengatakan bahwa hingga saat itu tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi 11 jenazah dari bawah reruntuhan di kawasan Al-Sina’a, Kota Gaza, sementara puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *