Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan perluasan kerja sama dengan Irak di semua sektor dan mendesak implementasi cepat perjanjian bilateral, sementara Perdana Menteri Irak Ali Falih Kadhim al-Zaidi menegaskan kembali komitmen Baghdad terhadap keamanan Iran.
Berbicara pada pertemuan delegasi tingkat tinggi Iran dan Irak, yang diadakan di Teheran pada hari Kamis, Presiden Pezeshkian mengatakan Teheran berupaya meningkatkan hubungan dengan Baghdad ke tingkat setinggi mungkin, dengan alasan ikatan sejarah, budaya dan agama yang mendalam antara kedua negara.
Beliau menekankan perlunya mempercepat pelaksanaan perjanjian bilateral melalui pertemuan rutin komisi-komisi gabungan dan menyerukan penyusunan rencana kerja sama strategis yang komprehensif untuk dijadikan sebagai peta jalan hubungan jangka panjang.
Pezeshkian menyoroti ziarah Arbaeen sebagai simbol ikatan erat antara kedua negara dan berterima kasih kepada pemerintah Irak dan masyarakatnya karena telah menampung jutaan peziarah Iran setiap tahunnya. Ia juga memuji tingginya jumlah warga Irak yang hadir pada upacara pemakaman Pemimpin Revolusi Islam yang syahid, dan menggambarkannya sebagai tanda lain dari hubungan abadi antara kedua bangsa.
Presiden Iran menggarisbawahi pentingnya memperluas hubungan kereta api dan jalan raya antara negara-negara tetangga, dengan mengatakan Iran sedang mengembangkan infrastruktur transportasi dengan negara-negara tetangganya dan berharap Irak akan diintegrasikan ke dalam jaringan regional untuk mempromosikan transit, investasi, perdagangan dan pengembangan pelabuhan.
Pezeshkian juga menggambarkan keamanan sebagai pilar utama kerja sama bilateral, dan mengatakan bahwa keamanan Iran dan Irak saling terkait erat. Dia menyerukan penerapan penuh perjanjian keamanan bilateral, khususnya langkah-langkah untuk membersihkan wilayah perbatasan dari kelompok teroris anti-Iran, sambil menekankan bahwa Teheran lebih memilih untuk menyelesaikan masalah ini melalui kerja sama dan mekanisme damai.
Sementara itu, Perdana Menteri Irak Ali Falih Kadhim al-Zaidi menggambarkan Iran sebagai mitra utama dalam kebijakan luar negeri Irak dan menyebut kerja sama bilateral yang lebih dalam sebagai kebutuhan strategis.
Dia menegaskan kembali bahwa Irak tidak akan membiarkan bagian mana pun dari wilayahnya digunakan untuk mengancam keamanan Iran dan mengatakan Baghdad tetap berkomitmen terhadap kerja sama keamanan dengan Teheran.
Al-Zaidi juga memuji peran Iran dalam membantu Irak mengalahkan kelompok teroris Daesh (ISIL), dan mengatakan bahwa rakyat Irak tidak akan pernah melupakan dukungan praktis Teheran dalam perang melawan terorisme.
Perdana Menteri Irak menambahkan bahwa partisipasi para menteri ekonomi Irak dalam kunjungan ke Teheran mencerminkan tekad Bagdad untuk memperluas kerja sama dengan Iran di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, akademik, kesehatan, dan bidang lain yang menjadi kepentingan bersama.


