Ankara, Purna Warta – Kebakaran hutan besar telah terjadi di Provinsi Antalya, Turki, memaksa ratusan orang meninggalkan rumah mereka. Video dari daerah tersebut yang muncul di media sosial menunjukkan pemandangan apokaliptik perbukitan yang dilalap api dan asap hitam yang menggelapkan langit.
Kebakaran terjadi di distrik Aksu, Antalya pada hari Senin dan segera menyebar ke distrik Kepez yang berdekatan, menurut kantor berita Anadolu.
Setidaknya satu orang meninggal karena serangan jantung setelah terkena asap dari kebakaran, kata pihak berwenang setempat. Dua orang juga dirawat di rumah sakit karena cedera kaki yang terkait dengan kebakaran, dan delapan lainnya dirawat karena menghirup asap.
Pihak berwenang mengevakuasi warga dari setidaknya 254 rumah di dua distrik tersebut dan menutup sementara jalan raya yang menghubungkan kota resor pantai Mediterania Antalya dengan Isparta, sekitar 130 km ke utara. Lebih dari 2.000 rumah di wilayah tersebut juga terkena dampak pemadaman listrik.
Lima pesawat pemadam kebakaran, sepuluh helikopter, lebih dari 160 mobil pemadam kebakaran, dan 1.000 personel dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut.
Video yang dipublikasikan secara daring menunjukkan kobaran api besar yang mengamuk di hutan pegunungan, meninggalkan tanah hangus di belakangnya sementara asap memenuhi langit. Pada malam hari, langit di atas perbukitan yang terkena dampak kebakaran berubah menjadi merah.
Kebakaran hutan terjadi setelah musim panas yang sangat panas di Eropa. Eropa Barat dan Tengah mengalami serangkaian gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, dan kekurangan air yang luar biasa. Suhu berulang kali naik di atas 40°C (104°F), sungai-sungai turun ke level terendah dalam sejarah, dan tanaman layu.
Prancis, Inggris, dan Belgia semuanya mengalami musim panas terpanas dalam sejarah. Di beberapa daerah, kekeringan juga diikuti oleh badai dahsyat dan banjir bandang.


