Tehran, Purna Warta – Menteri Energi Rusia menyatakan bahwa kemenangan Revolusi Islam merupakan salah satu peristiwa besar abad ke-20 yang telah berkembang menjadi perayaan nasional fundamental di Republik Islam Iran serta memberikan denyut dan motivasi baru bagi pembangunan negara tersebut sebagai negara yang merdeka dan bebas.
Sergei Yevgenyevich Tsivilev menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu sore (22 Bahman 1404 kalender Iran) dalam acara peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam dan Hari Nasional Republik Islam Iran yang digelar di Moskow, Ibukota Rusia. Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar Iran serta sejumlah pejabat tinggi Rusia, wakil menteri, para duta besar, kepala perwakilan diplomatik, dan atase militer dari berbagai negara.
Pejabat Rusia itu menambahkan bahwa hubungan tradisional dan persahabatan yang didasarkan pada kemitraan strategis serta kesamaan pandangan telah mengikat Iran dan Rusia.
Ia juga menyebut bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan yang bersifat multidimensi antara Iran dan Rusia terus berkembang, dengan bertumpu pada kerangka hukum dan kontraktual yang semakin kuat, serta melalui pelaksanaan sejumlah proyek kunci di sektor energi dan transportasi.
Tsivilev menegaskan bahwa berkat peran sentral para presiden kedua negara, komunikasi yang konstruktif dan teratur terus terjalin di antara anggota pemerintahan, kementerian, lembaga, dan institusi kedua pihak.
Hubungan Iran–Rusia
1. Perjanjian Kerja Sama Strategis Jangka Panjang
Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran dan Moskow memperluas kemitraan strategis mereka melalui penandatanganan berbagai nota kesepahaman di bidang energi, pertahanan, pertanian, perbankan, dan infrastruktur. Kedua negara menekankan pentingnya perdagangan dengan mata uang nasional guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
2. Kerja Sama Energi dan Nuklir
Rusia berperan dalam pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran, termasuk perluasan fasilitas Bushehr. Selain itu, perusahaan-perusahaan energi Rusia juga terlibat dalam proyek minyak dan gas Iran, termasuk pengembangan ladang energi serta kerja sama pertukaran gas.
3. Koridor Transportasi Internasional Utara–Selatan (INSTC)
Salah satu proyek utama yang terus dikembangkan adalah Koridor Transportasi Internasional Utara–Selatan, yang menghubungkan Rusia ke Teluk Persia dan India melalui Iran. Proyek ini dipandang sebagai jalur alternatif penting dalam perdagangan regional di tengah ketegangan geopolitik global.
4. Sikap Bersama terhadap Sanksi Barat
Baik Rusia maupun Iran sama-sama berada di bawah sanksi Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat. Kedua negara secara terbuka menyatakan bahwa sanksi tersebut tidak akan menghalangi penguatan kerja sama bilateral dan justru mendorong percepatan integrasi ekonomi Eurasia serta kerja sama dengan negara-negara Global South.
5. Koordinasi di Forum Internasional
Iran dan Rusia juga meningkatkan koordinasi dalam organisasi internasional seperti BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dengan menekankan prinsip kedaulatan nasional, non-intervensi, serta pembentukan tatanan dunia multipolar.


