Al-Quds, Purna Warta – Kepala Departemen Hubungan Internasional Mossad mengundurkan diri pada 1 Juni 2026 setelah penunjukan Roman Gofman sebagai pemimpin badan intelijen Israel tersebut.
Seorang pejabat senior Mossad mengundurkan diri dari jabatannya setelah Roman Gofman ditunjuk sebagai kepala badan mata-mata Israel. Para pengamat menilai langkah tersebut merupakan tanda jelas adanya ketegangan di dalam lembaga intelijen rezim Tel Aviv.
Menurut laporan saluran televisi Israel berbahasa Ibrani Channel 12, pejabat yang hanya disebut dengan huruf “D” sebelumnya menjabat sebagai kepala Departemen Teifel, unit yang bertanggung jawab atas hubungan intelijen luar negeri Mossad.
Ia mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Senin, hanya beberapa jam setelah Mahkamah Agung Israel mengeluarkan putusan yang mengesahkan penunjukan Gofman sebagai kepala organisasi tersebut.
Laporan itu menambahkan bahwa “D” merupakan salah satu kandidat paling kuat untuk posisi kepala Mossad dan, sebelum mengundurkan diri, memegang jabatan tertinggi di antara para kepala departemen dalam organisasi tersebut.
Menurut Channel 12, Departemen “Teifel” (yang berarti “dunia”) bertanggung jawab mengelola hubungan intelijen luar negeri Mossad serta koordinasi dengan badan-badan intelijen di berbagai negara. Departemen ini juga bertugas mengembangkan dan mengelola jalur komunikasi serta hubungan diplomatik dengan negara-negara yang tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel.
Penyiaran publik Israel, KAN, juga melaporkan bahwa sejumlah pejabat senior Mossad lainnya diperkirakan akan segera mengundurkan diri.
Penunjukan Gofman Hadapi Hambatan Hukum
Penunjukan Gofman menghadapi hambatan hukum yang cukup besar, termasuk dua petisi yang menentangnya. Salah satu petisi diajukan oleh Ori Elmakayes, mantan tentara Israel yang berusia 17 tahun saat peristiwa yang menjadi pokok perkara terjadi pada tahun 2022.
Elmakayes menyatakan bahwa dirinya direkrut oleh Divisi 210 militer Israel pada tahun 2022 sebagai bagian dari strategi manipulasi ketika Gofman menjabat sebagai komandan divisi tersebut.
Pekan lalu, penasihat hukum kabinet Israel, Gali Baharav-Miara, meminta pengadilan membatalkan penunjukan Gofman, meskipun ia telah memperoleh persetujuan dari Komite Penunjukan Pejabat Tinggi.
Menurut Baharav-Miara, kasus yang melibatkan Gofman menimbulkan pertanyaan serius mengenai kredibilitas dan integritas penunjukannya serta menciptakan tantangan mendasar dalam proses pengesahannya.
Berdasarkan laporan Channel 15 berbahasa Ibrani, Gofman pernah memimpin sebuah unit militer di Dataran Tinggi Golan yang merekrut Elmakayes, yang saat itu masih di bawah umur, untuk menjalankan sejumlah misi.
Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, kemudian menangkap Elmakayes dengan tuduhan spionase berbahaya dan menyebarkan informasi rahasia melalui internet.
Meskipun Gofman membantah memiliki hubungan dengannya, Elmakayes ditahan selama sekitar satu bulan sebelum seluruh tuduhan terhadapnya akhirnya dicabut setelah terungkap bahwa ia sebenarnya bertindak berdasarkan perintah militer.


