Infrastruktur Data Amazon di Bahrain Menjadi Target Serangan Rudal IRGC

Teheran, Purna Warta – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah menyerang infrastruktur data pusat milik Amazon milik AS di Bahrain.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa pagi, departemen hubungan masyarakat IRGC mengatakan, “Mengandalkan Tuhan Yang Maha Kuasa…, para pejuang Dirgantara IRGC, dalam kelanjutan gelombang ke-24 Operasi Nasr-2 (Kemenangan-2), sebagai tanggapan atas agresi dan penyerangan kemarin (Senin) oleh tentara Amerika yang membunuh anak-anak di fasilitas sipil DarKhoveyn yang sedang dibangun, menyerang dan menghancurkan infrastruktur data pusat perusahaan Amerika Amazon di Bahrain dengan beberapa rudal jelajah.”

Dikatakan bahwa laporan tambahan mengenai operasi hukuman terhadap musuh akan menjadi perhatian bangsa Iran nanti.

Serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan agresi AS terhadap wilayah Iran.

Selama sembilan malam berturut-turut, militer AS melakukan gelombang serangan udara mematikan terhadap Iran, menargetkan lokasi sipil dalam kejahatan perang yang terang-terangan.

Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap sasaran strategis Amerika di Asia Barat.

Amerika Serikat dan rezim Israel mengobarkan perang agresi ilegal mereka terhadap Iran pada tanggal 28 Februari. Namun, empat puluh hari kemudian, pada tanggal 8 April, musuh-musuh tersebut terpaksa menerima gencatan senjata di tengah perlawanan berani Iran dan operasi pembalasan yang sukses.

Pada tanggal 17 Juni, Teheran dan Washington menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang ditengahi Pakistan untuk mengakhiri semua permusuhan dan mempersiapkan negosiasi lebih lanjut.

Namun, Washington melanggar seluruh ketentuan kesepahaman tersebut, sehingga mendorong Iran memberikan tanggapan tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *