Tel Aviv, Purna Warta – Pemadaman listrik besar-besaran di kota Beit Shemesh, Palestina, yang diduduki, menyebabkan ribuan pemukim kehilangan akses selama akhir pekan, memicu kemarahan terhadap infrastruktur rezim Israel yang rusak.
Media lokal di Beit Shemesh melaporkan kemarahan yang meluas di antara penduduk setelah pemadaman listrik berkepanjangan terjadi selama akhir pekan.
Sebuah media memberi judul berita insiden tersebut: “Skandal di Beit Shemesh; ribuan orang memasuki akhir pekan dalam kegelapan.”
Di tengah meningkatnya keluhan, perusahaan listrik Israel mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan pemadaman listrik tersebut pada lonjakan tegangan mendadak dan kegagalan teknis dalam sistem distribusi.
Perusahaan mengklaim masalah tersebut akan diselesaikan dalam waktu enam jam.
Namun, bahkan setelah batas waktu yang dijanjikan berlalu, warga masih mengalami pemadaman listrik, terpaksa menghabiskan akhir pekan dalam kegelapan.
Menurut berbagai sumber, pemadaman listrik, air, dan sistem kereta api yang berulang telah menjadi frustrasi rutin bagi warga kota.
Karena sensor ketat oleh otoritas Israel, belum ada jawaban yang jelas tentang asal muasal gangguan yang berulang ini.


