Tehran, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan lokal Iran, seorang pejabat tinggi keamanan-politik Iran dalam wawancara dengan jaringan Al Mayadeen menyatakan bahwa Iran kini menjalankan rencana pertahanan yang telah dipersiapkan sebelumnya secara bertahap dan dengan tingkat kesabaran strategis yang tinggi.
Baca juga: Kemarahan Warga terhadap Ben-Gvir setelah Serangan Rudal Iran
Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu menambahkan bahwa setelah penghancuran infrastruktur pertahanan udara pihak musuh, Iran kini mengklaim telah memiliki kendali penuh atas wilayah udara lawan.
Ia juga menegaskan bahwa dengan keunggulan militer tersebut, Iran tidak melihat kemungkinan dekat untuk gencatan senjata, dan berniat melanjutkan kebijakan “menghukum agresor” hingga memberikan “pelajaran bersejarah” atas agresi Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, dan mantan Presiden AS Donald Trump.
Enam Syarat Iran untuk Menghentikan Perang
Pejabat tersebut juga menyinggung upaya sejumlah pihak dan mediator regional yang mencoba menyampaikan proposal penghentian perang kepada Tehran. Ia mengatakan usulan-usulan itu telah diteruskan kepada pemerintah Iran, namun Tehran telah menetapkan sejumlah syarat yang harus dipertimbangkan secara serius.
Ia menegaskan bahwa Iran mengajukan enam syarat utama dalam kerangka “persamaan hukum-strategis baru” untuk menghentikan perang, yaitu:
- Jaminan bahwa perang tidak akan terulang kembali.
- Penutupan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
- Pembayaran kompensasi oleh pihak agresor kepada Iran.
- Penghentian konflik di seluruh front di kawasan.
- Pembentukan kerangka hukum baru terkait Selat Hormuz.
- Pengadilan dan penyerahan unsur media yang dianggap memusuhi Iran kepada Tehran.
Laporan Media Lain: Upaya Mediasi dan Eskalasi Berlanjut
Sejumlah media regional, termasuk Al Mayadeen, Al Jazeera, dan Press TV, melaporkan bahwa beberapa negara di kawasan—termasuk Oman, Qatar, dan Turki—telah melakukan upaya mediasi untuk meredakan konflik yang meningkat antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Baca juga: Netanyahu Meminta Negara Lain Bergabung dalam Perang Melawan Iran
Namun hingga saat ini, pertempuran masih terus berlangsung di berbagai front, dengan serangan rudal dan drone saling dilancarkan. Media Israel seperti Channel 12 dan Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Israel selatan dan utara terus berada dalam status siaga tinggi akibat ancaman serangan.
Di sisi lain, para analis keamanan di kawasan menilai bahwa syarat-syarat yang diajukan Iran menunjukkan upaya Tehran untuk mengubah keseimbangan strategis di Timur Tengah, khususnya terkait keberadaan militer Amerika Serikat di kawasan serta pengaturan keamanan jalur energi global seperti Selat Hormuz.
Pengamat juga menilai bahwa jika syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi, konflik berpotensi berlanjut dalam bentuk perang berkepanjangan yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan pasar energi dunia.


