Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Kantor Berita Al Jazeera, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Keuangan kabinetnya, Bezalel Smotrich, mengunjungi lokasi kehancuran akibat serangan rudal Iran di kawasan pendudukan Arad.
Baca juga: Sirene Bahaya di Tel Aviv: Pusat Israel Jadi Sasaran Rudal Klaster Iran
Dalam pernyataannya kepada wartawan saat meninjau kerusakan akibat serangan tersebut, Netanyahu mengklaim bahwa sejak awal perang hingga saat ini hanya 15 warga Israel yang tewas akibat serangan rudal Iran ke wilayah pendudukan.
Ia juga menyatakan bahwa saat ini adalah waktu bagi para pemimpin negara lain untuk bergabung dalam perang melawan Iran, dan mengklaim bahwa sejumlah negara telah mulai mengambil langkah ke arah tersebut.
Netanyahu mengakui bahwa rezim Israel sedang menghadapi “perang eksistensial” dengan Iran dan bahwa konflik ini berkaitan langsung dengan keberadaan Israel di kawasan.
Serangan Rudal Iran dan Eskalasi Konflik
Serangan besar Iran ke wilayah Dimona dan Arad terjadi sekitar 22 hari setelah pecahnya perang dan disebut sebagai salah satu gelombang serangan rudal paling besar. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan warga Israel tewas dan terluka serta menimbulkan kerusakan di sejumlah kawasan permukiman.
Meski demikian, Netanyahu tetap mengklaim bahwa Tel Aviv bersama Washington akan menghancurkan program nuklir Iran serta kemampuan pengembangan rudal balistik negara tersebut.
Upaya Internasionalisasi Perang
Sebelum pernyataan Netanyahu, Presiden Amerika Serikat juga dilaporkan telah meminta sejumlah negara untuk bergabung dalam operasi militer melawan Iran, termasuk untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan kekuatan militer. Namun hingga kini, upaya tersebut disebut belum mendapatkan respons nyata dari negara-negara lain.
Baca juga: Warga Israel Dilaporkan Melarikan Diri dari Palestina Pendudukan karena Takut Serangan Rudal Iran
Sejumlah media internasional seperti Al Jazeera, Reuters, dan The Guardian melaporkan bahwa sebagian besar negara Barat dan sekutu Amerika masih berhati-hati untuk terlibat langsung dalam konflik berskala besar dengan Iran, karena khawatir eskalasi tersebut dapat meluas menjadi perang regional yang lebih besar.
Di sisi lain, laporan dari media Israel seperti Channel 12 dan Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa pemerintah Israel sedang meningkatkan koordinasi keamanan dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, sambil menghadapi tekanan internal akibat meningkatnya serangan rudal dan ketidakpuasan warga di wilayah yang terdampak konflik.


