Doha, Purna Warta – Menurut laporan Kantor Berita Al Jazeera, media Israel melaporkan bahwa Iran menembakkan rudal jenis klaster ke wilayah pusat Palestina yang diduduki.
Baca juga: Warga Israel Dilaporkan Melarikan Diri dari Palestina Pendudukan karena Takut Serangan Rudal Iran
Berdasarkan laporan tersebut, beberapa ledakan terdengar di kota Holon, yang terletak di pinggiran Tel Aviv, setelah serangan rudal Iran. Laporan awal juga menyebutkan bahwa sebuah bangunan empat lantai di kota tersebut menjadi sasaran serangan.
Surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz, mengutip layanan darurat Israel, melaporkan bahwa dua warga Israel terluka akibat serangan rudal Iran di kawasan Bat Yam, wilayah Tel Aviv.
Media Israel juga melaporkan bahwa sirene peringatan diaktifkan di sejumlah kota, termasuk Tel Aviv, Ashdod, Bat Yam, dan Herzliya, serta di 242 lokasi lainnya di wilayah pusat tanah pendudukan.
Berdasarkan estimasi populasi, sekitar 6,9 juta pemukim Israel harus menuju tempat perlindungan akibat gelombang serangan rudal Iran tersebut.
Eskalasi Serangan di Wilayah Tengah Israel
Sejumlah media regional dan internasional, termasuk Al Jazeera, Al Mayadeen, dan Reuters, melaporkan bahwa serangan rudal Iran terhadap wilayah pusat Israel merupakan bagian dari gelombang serangan yang lebih luas sebagai respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.
Media Israel seperti Channel 12 dan Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Israel—termasuk sistem Iron Dome—diaktifkan untuk mencegat sebagian rudal yang masuk, meskipun beberapa di antaranya berhasil menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan di kawasan permukiman.
Baca juga: Penargetan Cerdas dalam Perang: Menghindari Penyamaan Musuh dan Kawasan
Sementara itu, Komando Front Dalam Negeri Israel menginstruksikan warga di wilayah tengah dan selatan untuk tetap berada di tempat perlindungan hingga pemberitahuan lebih lanjut, sementara layanan darurat dikerahkan ke sejumlah lokasi yang terdampak ledakan.
Para analis keamanan regional menilai bahwa serangan yang menjangkau pusat wilayah Israel menandai eskalasi baru dalam konflik yang sedang berlangsung, karena wilayah metropolitan Tel Aviv merupakan salah satu pusat ekonomi dan kepadatan penduduk terbesar di Israel.


