Nujaba: Upaya Amerika Memicu Konflik di Irak Gagal

Irak muqawamah

Baghdad, Purna Warta – Gerakan Nujaba menegaskan bahwa upaya Tom Barrack, utusan Amerika Serikat, untuk memicu konflik dan menciptakan ketidakamanan di Irak telah gagal.

Menurut laporan pemberitaan lokal Irak, salah seorang komandan senior Gerakan Nujaba mengungkap dugaan upaya luas pemerintah Amerika Serikat untuk menciptakan krisis dan ketidakamanan di Irak. Ia menegaskan bahwa berbagai proyek intervensi Amerika Serikat di Irak telah mengalami kegagalan.

Komandan tersebut mengatakan bahwa upaya Tom Barrack, yang disebutnya sebagai perwakilan pemerintah Amerika Serikat, untuk memicu perselisihan internal, mengganggu pengambilan keputusan berdaulat Irak, dan menciptakan krisis yang dibuat-buat pada akhirnya akan mengalami kegagalan.

Komandan kelompok yang disebut sebagai bagian dari “poros perlawanan Irak” itu menambahkan bahwa berkat kebijaksanaan dan persatuan para pemimpin Irak, berbagai rencana yang disebutnya sebagai upaya kekuatan hegemonik untuk menyeret negara tersebut ke dalam konflik internal telah berhasil digagalkan.

Pernyataan tersebut merupakan posisi politik Gerakan Nujaba, sehingga tuduhan bahwa Amerika Serikat secara sengaja berupaya menciptakan konflik internal di Irak sebaiknya diperlakukan sebagai klaim pihak Nujaba, bukan sebagai fakta yang telah terbukti secara independen.

Tom Barrack merupakan tokoh Amerika Serikat yang memang memegang jabatan resmi sebagai Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Suriah dan sebelumnya dikenal sebagai Duta Besar AS untuk Turki. Karena itu, penyebutan Barrack sebagai “perwakilan pemerintah AS” secara umum sesuai dengan statusnya sebagai pejabat AS, meskipun konteks dan kewenangan spesifiknya terhadap Irak perlu dibedakan dari mandat resminya terkait Suriah.

Isu mengenai kedaulatan Irak dan campur tangan asing memang menjadi salah satu tema utama politik Irak. Pemerintah dan berbagai kelompok politik Irak selama bertahun-tahun menghadapi tekanan untuk menyeimbangkan hubungan dengan Amerika Serikat, Iran, serta aktor regional lainnya. Dalam konteks ini, kelompok-kelompok yang tergabung dalam Islamic Resistance in Iraq, termasuk Nujaba, memiliki posisi yang sangat kritis terhadap kehadiran militer dan politik Amerika Serikat di Irak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *