Komandan Rusia: Konflik di Kawasan Dapat Berujung pada Kehancuran Israel

Israel tentara

Moskow, Purna Warta – Seorang komandan militer Rusia menyatakan bahwa konflik yang terus berkembang di Timur Tengah berpotensi menyebabkan kehancuran Israel.

Menurut kantor berita Rusia TASS, Letnan Jenderal Apti Alaudinov, Wakil Kepala Direktorat Utama Politik-Militer Angkatan Bersenjata Rusia sekaligus komandan pasukan khusus Akhmat, mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah dapat berujung pada kehancuran Israel.

Alaudinov juga menyatakan bahwa perang di Timur Tengah kemungkinan akan semakin intensif. Menurut penilaiannya, Israel berupaya memperluas konflik dengan tujuan menarik Amerika Serikat dan NATO secara penuh ke dalam peperangan.

Ia mengatakan bahwa Israel pada akhirnya akan melakukan perhitungan militer yang berlebihan, dan menurutnya hal tersebut justru dapat menjadi faktor yang menyebabkan kehancuran negara tersebut.

Media Iran ISNA juga memuat pernyataan serupa pada 19 Agustus 2026, dengan menyebut Alaudinov memperingatkan bahwa upaya Israel memperluas konflik dan menarik Amerika Serikat serta NATO dapat berbalik menjadi bumerang bagi Israel.

Konteks mengenai kemungkinan meluasnya konflik memang relevan. NATO secara resmi menyatakan bahwa aliansi tersebut merupakan organisasi pertahanan dan bukan pihak yang secara otomatis terlibat dalam setiap konflik di luar wilayah NATO. Dalam konferensi pers Juli 2026, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa Iran berada di luar wilayah NATO dan keterlibatan negara-negara anggota dalam operasi terkait Timur Tengah dapat berlangsung melalui keputusan dan pengaturan bilateral masing-masing negara, bukan otomatis sebagai operasi NATO.

Hubungan antara konflik Timur Tengah dan risiko keterlibatan kekuatan Barat juga telah menjadi perhatian NATO. Dalam pernyataan pada Mei 2026, Rutte mengatakan bahwa negara-negara Eropa dan Kanada telah memenuhi sejumlah permintaan Amerika Serikat terkait akses pangkalan dan dukungan logistik untuk operasi di kawasan Timur Tengah. Ia juga menyebut bahwa terdapat pembicaraan mengenai kemungkinan dukungan terkait keamanan Selat Hormuz, meskipun keputusan mengenai keterlibatan NATO secara formal merupakan persoalan politik tersendiri.

Perkembangan di kawasan juga menunjukkan bahwa konflik tidak hanya terbatas pada Gaza. Pada pertengahan Agustus 2026, ketegangan Israel-Suriah meningkat setelah Israel melakukan serangan udara terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah. Perkembangan tersebut juga berkaitan dengan kekhawatiran Israel mengenai kemungkinan peningkatan kehadiran militer Turki di Suriah, sementara Turki mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah. Situasi ini memperlihatkan bagaimana konflik regional dapat melibatkan sejumlah negara sekaligus dan meningkatkan risiko salah perhitungan militer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *