Mayoritas Warga Iran Mendukung Kendali Hormuz meski Ada Risiko Perang

Teheran, Purna Warta  – Sebuah survei nasional menemukan bahwa mayoritas warga Iran mendukung mempertahankan kendali negara atas Selat Hormuz bahkan dengan risiko konflik baru dengan Amerika Serikat.

Hasil survei nasional terbaru yang dilakukan oleh lembaga pemungutan suara terkemuka antara tanggal 14 Juli dan 20 Juli telah menarik banyak perhatian.

Responden ditanya apakah mereka setuju atau tidak dengan pernyataan berikut: “Iran harus mempertahankan pengelolaan dan kendalinya atas Selat Hormuz, bahkan jika hal itu menyebabkan perang lagi dengan Amerika Serikat.”

Sebanyak 77,5% responden menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan hanya 11% yang menyatakan tidak setuju. 11,5% lainnya memilih opsi “Tidak tahu”.

Menanggapi pertanyaan mengenai kinerja Angkatan Bersenjata Iran dalam menguasai Selat Hormuz, 76,6% responden menilai kinerjanya baik atau sangat baik, sedangkan hanya 6,7% yang menilai buruk atau sangat buruk.

Responden juga ditanya: “Setelah serangan timbal balik baru-baru ini, kebijakan apa yang harus diambil Iran?” Hanya 1,7% yang memilih menerima persyaratan AS. Sebaliknya, mayoritas mendukung berlanjutnya konfrontasi militer dengan AS. Dukungan terhadap kelanjutan konfrontasi militer setidaknya dua kali lebih besar dibandingkan dukungan terhadap negosiasi dan upaya mencapai kesepakatan dengan AS.

Menanggapi pertanyaan, “Pihak mana yang memikul tanggung jawab utama atas kegagalan atau pelanggaran Nota Kesepahaman Islamabad?”:

5,9% mengatakan Iran bertanggung jawab;

37,1% menyalahkan Amerika Serikat;

14,4% mengatakan Israel bertanggung jawab.

Pertanyaan lain diajukan: “Jika perang kembali terjadi, menurut Anda sejauh mana masyarakat akan mendukung negara ini?” Sebagai tanggapan, 78,8% mengatakan masyarakat akan sangat atau sangat mendukung negara tersebut.

Responden juga diminta mengevaluasi kinerja tim perunding Iran. Sebanyak 40% menilai kinerjanya baik atau sangat baik, 32,2% menilai kinerjanya buruk atau sangat buruk, dan 8,2% menilai kinerjanya rata-rata. Sebanyak 19,7% lainnya tidak menjawab pertanyaan tersebut.

Mengenai masalah pembalasan, tiga perempat responden (lebih dari 75%) mengatakan mereka lebih suka membunuh para pemimpin AS dan Israel seperti Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, serta menyerang infrastruktur Israel dan kepentingan AS di wilayah tersebut.

Selain itu, 65,1% responden menilai kemampuan Iran dalam melakukan pembalasan tergolong tinggi atau sangat tinggi, sementara hanya 14,4% yang menilai kemampuan Iran dalam hal ini rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *