Tehran, Purna Warta – Beberapa komandan senior IRGC lainnya serta ilmuwan nuklir juga dilaporkan termasuk di antara para syuhada dalam serangan besar-besaran Israel yang menargetkan Teheran dan sejumlah provinsi lainnya di Iran.
Saluran televisi pemerintah IRIB mengonfirmasi bahwa Mayor Jenderal Gholam Ali Rashid, komandan markas pusat Angkatan Bersenjata Iran, juga gugur dalam salah satu serangan tersebut.
Dua ilmuwan nuklir senior, Mohammad-Mehdi Tehranchi dan Fereydoon Abbasi, juga dikabarkan gugur dalam serangan terpisah.
Sementara itu, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, dilaporkan berada di ruang komando perang dan tidak terluka, meskipun sebelumnya sempat beredar rumor sebaliknya.
Serangan pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 03:00 waktu setempat di ibu kota Teheran, diikuti dengan ledakan-ledakan di beberapa provinsi lainnya di seluruh negeri.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kerusakan luas di kawasan permukiman Teheran dan wilayah lain, akibat dari apa yang digambarkan sebagai agresi Israel yang sembarangan dan brutal.
Rezim Israel mengakui bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut, dan mengklaim telah menargetkan situs-situs di Natanz, Khorramabad, Khondab, serta beberapa lokasi lainnya.
Kantor berita IRNA, mengutip sumber keamanan, melaporkan bahwa Iran sedang mempersiapkan “respons tegas” terhadap aksi terorisme terbaru yang dilakukan oleh Israel terhadap Republik Islam Iran.
Agresi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, yang dipicu oleh retorika provokatif para pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dilaporkan pula bahwa Presiden AS Donald Trump telah memberikan persetujuan atas serangan terbaru Israel ini, meskipun negosiasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington masih berlangsung.
Menurut beberapa sumber, putaran keenam perundingan yang dijadwalkan pada hari Minggu kemungkinan besar akan dibatalkan.


