Tehran, Purna Warta – Kepala Staf dan Wakil Koordinator Angkatan Darat Iran mengatakan bahwa peperangan saat ini merupakan pertarungan tekad dan ketahanan, seraya menegaskan bahwa Iran telah berhasil dengan baik dalam hal tersebut.
Berbicara dalam sebuah upacara penghargaan bagi para perekrut personel terbaik Angkatan Darat, yang dihadiri sejumlah komandan dan pejabat di markas besar Angkatan Darat, Laksamana Muda Habibollah Sayyari mengatakan, “Perang saat ini adalah perang tekad dan ketahanan dalam menghadapi berbagai kesulitan, dan kami telah berhasil dengan sangat baik dalam hal ini.”
“Kita harus bangga terhadap diri kita sendiri dan tetap tegak dengan kepala terangkat karena kita telah menghadapi musuh yang memiliki akses terhadap seluruh peralatan dan teknologi di dunia,” tambahnya.
Sayyari menyebut kegagalan musuh-musuh Iran dalam mencapai tujuan mereka sebagai sebuah keberhasilan bagi Republik Islam Iran. Ia mengatakan, “Kami telah berhasil dalam perang-perang baru-baru ini, dan alasannya adalah karena musuh gagal mencapai tujuan yang telah mereka perkirakan.”
Ia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan perang delapan tahun Iran-Irak, yang di Iran dikenal sebagai Pertahanan Suci (Sacred Defense), dengan mengatakan bahwa hal serupa juga terjadi dalam konfrontasi tersebut.
“Pada saat itu, musuh mengumumkan bahwa mereka akan merebut Khorramshahr dalam satu hari dan mencapai Lapangan Azadi di Tehran dalam waktu tujuh hari. Namun, mereka justru terjebak di Khorramshahr selama 34 hari,” ujar Sayyari. “Ini berarti seluruh strategi musuh mengalami kegagalan.”
Menekankan pentingnya perekrutan personel berkualitas tinggi, komandan senior tersebut mengatakan bahwa sumber daya manusia merupakan faktor paling penting dalam meningkatkan kemampuan tempur Angkatan Darat.
“Elemen terpenting dalam memperkuat kemampuan tempur Angkatan Darat adalah personelnya,” katanya. “Personel yang berkomitmen dan setia dapat membawa kita menuju tujuan yang kita inginkan.”
Sayyari mencatat bahwa Angkatan Darat selama bertahun-tahun telah memiliki banyak personel yang sangat cakap. Menurutnya, mereka memainkan peran penting dalam memungkinkan Angkatan Darat bertahan menghadapi musuh yang dipersenjatai secara berat selama perang delapan tahun tersebut.
Ia menambahkan bahwa meskipun berada di bawah sanksi, para personel tersebut memungkinkan Angkatan Darat untuk berdiri di atas kaki sendiri dan menyediakan kemampuan yang diperlukan guna menjalankan misi utamanya, yakni mempertahankan integritas wilayah Iran dan Revolusi Islam.


