Teheran, Purna Warta – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menekankan perlunya negara-negara Islam, khususnya Iran dan Turki, untuk bergandengan tangan dan mengadopsi pendekatan terpadu melawan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Baca juga: Saatnya Menahan Nazi Abad ke-21, Kata Qalibaf tentang Kejahatan Israel
Dalam pertemuan dengan Ketua Majelis Nasional Agung Turki, Numan Kurtulmus, yang diadakan di sela-sela Konferensi Dunia Keenam Ketua Parlemen di Jenewa pada hari Selasa, Qalibaf mengatakan tantangan regional berakar pada campur tangan AS.
Ketua Parlemen Iran menyerukan persatuan dan perlawanan negara-negara Islam dan regional terhadap AS dan rezim Israel.
Menunjuk pada situasi regional yang rumit dan perkembangan internasional yang dapat menimbulkan tantangan baru, Qalibaf mengatakan Iran dan Turki dapat membantu memperbaiki kondisi regional mengingat hubungan mereka yang berpengaruh.
Ia memuji pemerintah, parlemen, partai, dan opini publik Turki atas dukungannya kepada Iran selama 12 hari perang agresi yang dipaksakan oleh rezim Israel dan AS.
“Kita harus tetap bersatu dan bersatu,” tegas Qalibaf, memperingatkan bahwa rezim Israel akan terus berupaya mencelakai negara-negara Muslim, menciptakan ketidakamanan bagi negara lain, dan mendorong disintegrasi negara-negara di kawasan, termasuk Suriah.
Sementara itu, Kurtulmus mengatakan rezim Israel melakukan kejahatan dengan mengandalkan dukungan AS.
Baca juga: Menteri Kehakiman Iran Ajak Lebih dari 100 Mitra untuk Dorong Kecaman Agresi Israel
Memuji kerja sama yang semakin erat antara Turki dan Iran, anggota parlemen senior Turki tersebut mengatakan upaya sedang dilakukan untuk memenuhi target peningkatan pertukaran perdagangan tahunan hingga mencapai $50 miliar.
Konferensi Dunia Keenam Ketua Parlemen, yang diselenggarakan oleh Persatuan Antar-Parlemen (IPU) bekerja sama erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, berlangsung dari 29 hingga 31 Juli di Palais des Nations (Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa).


