Kepala Rabbi Israel Puji Perubahan Kurikulum Arab Saudi yang Pro-Israel

Israel Saudi

Washington, Purna Warta – Seorang rabbi Israel-Amerika memuji perubahan yang dilakukan Arab Saudi terhadap buku-buku pelajaran sekolah, termasuk penghapusan konten anti-Zionis. Langkah tersebut menuai kritik karena dinilai menunjukkan bahwa Riyadh telah memenuhi tuntutan Amerika Serikat.

“Kami menghargai upaya berkelanjutan Arab Saudi untuk memperbaiki kurikulum sekolah, termasuk langkah-langkah untuk menangani isu-isu yang menjadi perhatian dalam buku-buku pelajaran,” tulis Rabbi Yehuda Kaplon di platform media sosial X.

Kaplon, yang juga menjabat sebagai utusan Amerika Serikat untuk memerangi antisemitisme, menyatakan bahwa Washington menyambut baik langkah Arab Saudi tersebut.

“Presiden [Donald] Trump dan Menteri Luar Negeri [Marco] Rubio telah menyampaikan dengan jelas: dalam semangat Abraham Accords, mari kita membangun visi dari leluhur kita bersama, Ibrahim, untuk mendorong perdamaian dan hidup berdampingan di antara bangsa-bangsa kita,” tulisnya.

Kartunis Yaman ternama, Kamal Sharaf, merespons pernyataan Kaplon melalui sebuah karikatur yang menggambarkan tangan Amerika memasukkan buku pelajaran Saudi yang telah diperbarui ke dalam kepala seorang anak Saudi. Dalam gambar tersebut, anak itu berubah menjadi seorang anak laki-laki yang mengenakan kippah dengan bendera Israel dan berbicara dalam bahasa Ibrani.

Menurut para kritikus, Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan perubahan besar terhadap isi buku-buku pelajaran di sekolah-sekolahnya.

Perubahan tersebut mulai dilakukan pada akhir dekade 2010-an dan semakin dipercepat pada masa Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebagai bagian dari program Saudi Vision 2030, dengan tujuan yang diklaim untuk “mengurangi konten ekstremis, mendorong toleransi dan hidup berdampingan, serta menyelaraskan kurikulum dengan standar internasional mengenai perdamaian dan toleransi.”

Perubahan itu antara lain mencakup penghapusan deskripsi Zionisme sebagai “gerakan rasis Eropa” yang bertujuan mengusir rakyat Palestina dan menduduki wilayah Arab, termasuk ladang-ladang minyak serta tempat-tempat suci. Istilah seperti “musuh Zionis” atau “musuh Israel” juga diganti menjadi “pendudukan Israel”.

Sementara itu, nama Palestina dihapus dari sejumlah bagian peta yang sebelumnya menggambarkan wilayah-wilayah yang diduduki Israel sebagai “Palestina”.

Sebuah buku pelajaran ilmu sosial tingkat sekolah menengah atas yang secara keseluruhan memuat konten anti-Israel juga telah dihapus. Selain itu, bab-bab mengenai “bahaya Zionis” serta tuduhan pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh Zionis pada 1969 turut dihilangkan.

Lebih lanjut, materi mengenai jihad, termasuk ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan jihad di jalan Allah, juga telah dihapus dari buku-buku pelajaran Saudi.

Perubahan tersebut terjadi ketika Trump terus mendorong tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv.

Pada 22 Juli, Trump menyetujui kesepakatan nuklir jangka panjang dengan Arab Saudi yang memungkinkan kerajaan tersebut mengembangkan program nuklir sipil.

Namun, sehari kemudian, Trump mengajukan syarat baru dalam kesepakatan tersebut, yakni Riyadh harus menormalisasi hubungan dengan Israel melalui kerangka yang disebut Abraham Accords.

Arab Saudi dan Israel telah lama menjalin hubungan secara diam-diam. Namun, menurut Brookings Institution, sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Washington, Israel “sangat menginginkan pengakuan secara terbuka sebagai jalan untuk mengakhiri keterasingannya di dunia Islam.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dilaporkan hampir mencapai kesepakatan normalisasi pada September 2023.

Namun, pembicaraan tersebut terhenti setelah Israel melancarkan perang terhadap Gaza pada Oktober tahun yang sama, yang oleh berbagai pihak disebut sebagai perang genosida. Kondisi tersebut membuat Riyadh secara politik sulit untuk terlihat menjalin kemitraan dengan Tel Aviv.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *