Juru Bicara Kemenlu Iran: Kebijakan Luar Negeri AS terhadap Iran dan Kawasan Sangat Bergantung pada “Kebohongan”

Esmaeil

Tehran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengkritik pendekatan Amerika Serikat terhadap Iran dan kawasan yang lebih luas. Ia menggambarkan kebijakan luar negeri Washington sebagai kebijakan yang terlalu bergantung pada “kebohongan.”

Dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada Sabtu, Baghaei mengutip sebuah bagian dari novel The Brothers Karamazov karya Fyodor Dostoevsky untuk menggambarkan konsekuensi dari pendekatan tersebut.

“Bagian dari The Brothers Karamazov karya Dostoevsky ini secara tepat menggambarkan situasi yang dihadapi sistem pemerintahan dan kebijakan luar negeri AS terhadap Iran dan kawasan akibat ketergantungannya yang ekstrem pada ‘kebohongan’,” tulisnya.

Mengutip Dostoevsky, Baghaei menambahkan:

“Seseorang yang berbohong kepada dirinya sendiri dan mendengarkan kebohongannya sendiri akan sampai pada suatu keadaan di mana ia tidak mampu membedakan kebenaran yang ada di dalam dirinya maupun di sekitarnya, sehingga kehilangan seluruh rasa hormat terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain.”

Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat “memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. SAYA PIKIR KITA AKAN MEMPERTAHANKANNYA!”

Trump juga mengklaim, “Blokade laut kami disebut oleh semua orang sebagai ‘TEMBOK BAJA’, dan tidak ada yang dapat dilakukan Iran untuk mengatasinya.”

Namun, juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan pada Kamis bahwa “klaim palsu Amerika Serikat bahwa kapal-kapal dapat melintas secara normal melalui Selat Hormuz… tidak lebih dari kebohongan dan rekayasa.”

“Selat Hormuz, seperti sebelumnya, berada di bawah pengelolaan dan kendali penuh Republik Islam Iran. Tidak ada kapal dagang atau kapal tanker yang dapat dan akan dapat melintas dengan aman melalui selat ini tanpa izin dan pengawasan dari angkatan bersenjata Iran yang kuat,” katanya dalam sebuah video yang ditayangkan televisi pemerintah.

Selat Hormuz, salah satu jalur transit energi terpenting di dunia, sebagian besar masih tertutup selama hampir lima bulan terakhir sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang agresi terhadap Republik Islam Iran.

Saat ini, Iran sedang melakukan pembicaraan dengan Oman untuk membentuk mekanisme bersama dalam mengatur lalu lintas pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut.

Tehran juga telah menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi tuntutan-tuntutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *