Tehran, Purna Warta – Komandan Angkatan Darat Republik Islam Iran mengatakan bahwa menjadi syahid merupakan cita-cita yang sangat mulia bagi Angkatan Bersenjata Iran, tetapi ia menegaskan bahwa prioritas mereka adalah mengalahkan musuh melalui perlawanan.
“Menjadi syahid adalah sebuah kehormatan dan keinginan dari lubuk hati kami. Namun, sebelum itu, kami ingin meraih kemenangan dengan berdiri teguh dan melawan musuh. Setelah itu, dengan penuh kebanggaan, kami akan bergabung dengan Imam kami yang telah gugur sebagai syahid dan para syuhada tercinta kami,” kata Mayor Jenderal Amir Hatami saat menyampaikan pidato dalam kongres 3.785 personel Angkatan Darat yang gugur sebagai syahid di Provinsi Gilan.
Hatami mengatakan bahwa selama agresi Amerika Serikat–Israel baru-baru ini, musuh berupaya menghancurkan kemampuan rudal dan drone Iran. Namun, angkatan bersenjata Iran terus meluncurkan rudal dan drone ke arah musuh dengan intensitas maksimal hingga saat-saat terakhir agresi tersebut.
Ia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran juga berdiri teguh menghadapi musuh di berbagai bidang, termasuk pertahanan udara. Sejumlah pesawat tanpa awak maupun pesawat berawak milik musuh serta peralatan strategis mereka mengalami kerusakan.
Jenderal Hatami juga menolak klaim musuh-musuh Iran mengenai kondisi angkatan bersenjata negara tersebut. Menurutnya, klaim tersebut tidak mencerminkan kenyataan.
“Musuh mengklaim bahwa mereka telah menghancurkan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, sementara mereka sendiri mengetahui bahwa angkatan bersenjata kami selalu berdiri teguh dan akan terus berdiri menghadapi musuh dengan kekuatan, inovasi, kreativitas, dan keberanian,” katanya.
Komandan militer senior sekaligus anggota Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran tersebut juga memberikan penghormatan kepada mereka yang gugur sebagai syahid dalam perang-perang baru-baru ini. Ia mengakui bahwa Iran telah kehilangan sejumlah personel terbaiknya serta mengalami kerusakan pada berbagai fasilitas dan peralatan.
“Kami memang kehilangan para syuhada dan orang-orang tercinta dalam perang ini, dan sejumlah fasilitas serta peralatan kami juga mengalami kerusakan,” kata Hatami. Namun, ia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata dan rakyat Iran tetap mempertahankan keamanan serta kemerdekaan negara “dengan segenap kekuatan mereka.”
Hatami menggambarkan persatuan dan kohesi nasional sebagai salah satu kenyataan paling penting dalam masyarakat Iran.
Ia mengatakan bahwa rakyat Iran telah berdiri bersama di bawah kepemimpinan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, dan solidaritas mereka semakin kuat.


