Al-Quds, Purna Warta – Menembus sistem rudal Israel yang sangat canggih yang ditempatkan di seluruh wilayah yang diduduki, rudal Iran telah menimbulkan kerusakan berat di Tel Aviv, menewaskan dua pemukim dan melukai puluhan lainnya.
Media berita berbahasa Ibrani melaporkan bahwa sejak dini hari Rabu, Tel Aviv dan daerah sekitarnya telah dihantam rudal Iran setidaknya dua kali, sementara sistem rudal Israel gagal mencegat proyektil yang datang.
Menurut laporan, serangan besar-besaran rudal dan drone Iran menyebabkan pemadaman listrik dan evakuasi ribuan pemukim di Tel Aviv dan sekitarnya.
Lebih dari 4.000 pemukim terpaksa dievakuasi, kata laporan tersebut.
Paramedis dan petugas tanggap darurat Israel dikerahkan ke delapan wilayah di Tel Aviv, sementara sebuah stasiun kereta utama mengalami kerusakan parah.
Walikota Tel Aviv menyatakan bahwa akibat serangan ini, pergerakan kereta di Tel Aviv dan sekitarnya dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Selain itu, beberapa kota sekitar Tel Aviv mengalami pemadaman listrik setelah dihantam rudal Iran.
Channel 14 Israel melaporkan dua pemukim tewas ketika rudal Iran menghantam kota Ramat Gan, di pinggiran Tel Aviv.
Dalam pernyataan pada Rabu, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pasukan menggunakan persenjataan canggih yang sebelumnya belum digunakan.
“Insya Allah, setelah perang, kami akan memiliki tatanan baru di kawasan ini, tanpa AS,” tambahnya.
Dalam pernyataan lain, Angkatan Bersenjata menyebut menargetkan Bandara Ben Gurion dengan drone, tempat pesawat pengisian bahan bakar rezim Israel ditempatkan.
Sebagai penghormatan kepada para prajurit martir di kapal penghancur Dena, serta martir Ali Larijani dan martir Jenderal Qolamreza Soleimani, Angkatan Bersenjata meluncurkan serangan drone ke Bandara Ben Gurion, tempat rezim menyimpan pesawat pengisian bahan bakarnya.
Angkatan Bersenjata juga menyampaikan terima kasih kepada rakyat Iran atas kehadiran mereka yang mulia selama upacara pemakaman awak kapal penghancur Dena.
“Dukungan rakyatlah yang mendorong personel pemberani Angkatan Bersenjata untuk melanjutkan perang mereka melawan agresi AS-Israel,” tambah pernyataan itu.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Australia menyebut bahwa basis militer al-Menhad di Uni Emirat Arab (UEA), tempat pasukan Australia memiliki kehadiran kuat, telah menjadi sasaran dan rusak akibat rudal Iran.
Sejak 28 Februari, Angkatan Bersenjata Iran menyerang target Israel di seluruh wilayah yang diduduki serta pangkalan AS di kawasan ini, setelah AS dan Israel menyerang beberapa lokasi di Iran, membunuh beberapa pejabat tinggi termasuk L. Ayatullah, Sayyid Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam.
Menurut Kementerian Pertahanan Iran, pasukan Iran telah menewaskan setidaknya 600 tentara AS di berbagai pangkalan sejak dimulainya perang yang dipaksakan ini.


