Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menyampaikan pernyataan terkait Iran dan Lebanon. Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon selatan dan menyatakan bahwa militer Israel memiliki kebebasan untuk melakukan operasi di wilayah tersebut.
Menurut laporan Al Jazeera, Netanyahu dalam pidatonya mengatakan bahwa Israel saat ini berada di tengah konflik regional yang masih berlangsung.
Ia mengklaim bahwa Israel telah mengubah “aturan permainan” di kawasan, mematahkan “tembok ketakutan”, serta menunjukkan kekuatan militernya.
Netanyahu juga menyatakan bahwa Israel masih memiliki “misi yang harus diselesaikan” terhadap Iran. Selain itu, ia mengklaim bahwa Israel telah menguasai lebih dari 60 persen wilayah Jalur Gaza dan berhasil memulihkan keamanan di kawasan sekitar Gaza.
Mengenai Lebanon, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan pernah menarik pasukannya dari Lebanon selatan dan bahwa kehadiran militer tersebut akan dipertahankan selama masih dianggap diperlukan.
Ia juga menyatakan telah memerintahkan tentara Israel untuk memiliki kebebasan bertindak di Lebanon agar dapat menetralisir ancaman yang dinilai mengganggu keamanan Israel. Netanyahu menambahkan bahwa tidak ada tempat bagi pihak yang lemah di kawasan dan menyatakan keyakinannya bahwa Israel akan menjadi lebih kuat pada tahun-tahun mendatang.
Pernyataan Netanyahu disampaikan di tengah ketegangan yang masih berlangsung di perbatasan Lebanon dan Israel. Meskipun terdapat upaya gencatan senjata dan mediasi internasional, insiden baku tembak, serangan udara, dan operasi militer di wilayah perbatasan masih terus dilaporkan, terutama yang melibatkan Israel dan Hizbullah.
Pemerintah Israel menyatakan bahwa keberadaan pasukan di Lebanon selatan diperlukan untuk mencegah ancaman keamanan dari kelompok-kelompok bersenjata. Sebaliknya, pemerintah Lebanon dan Hizbullah menilai kehadiran militer Israel di wilayah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan menyerukan penarikan pasukan sesuai dengan ketentuan hukum internasional.
Di sisi lain, sejumlah analis dan media di Israel mengemukakan beragam penilaian terhadap hasil operasi militer Israel dalam konflik dengan Iran maupun di berbagai front lainnya. Sebagian menilai terdapat keterbatasan dalam pencapaian tujuan strategis yang telah diumumkan pemerintah, sementara pihak pemerintah Israel tetap menyatakan bahwa operasi-operasi tersebut telah menghasilkan kemajuan signifikan dalam aspek keamanan nasional.
Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, terus menyerukan penghormatan terhadap gencatan senjata, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik guna mencegah meluasnya eskalasi di kawasan Timur Tengah.


