Al-Quds, Purna Warta – Media-media Zionis pada Jumat dini hari melaporkan bahwa sejumlah personel Brigade 769 militer rezim Tel Aviv mengalami luka-luka dalam bentrokan yang terjadi di wilayah Beit Yahoun, Lebanon selatan.
Menurut laporan tersebut, sebuah helikopter militer mendarat di Rumah Sakit Rambam, Kota Haifa, untuk mengevakuasi para prajurit yang terluka dari lokasi pertempuran.
Media Israel juga melaporkan bahwa sedikitnya empat personel militer Israel telah dipindahkan dari Lebanon selatan ke sejumlah pusat layanan kesehatan. Kondisi sebagian dari mereka dilaporkan dalam keadaan kritis.
Sebelumnya, pada 21 Juni, Radio Militer rezim Zionis mengakui bahwa enam tentara Israel tewas dan 20 lainnya terluka dalam pertempuran di Lebanon selatan. Dalam laporan yang disiarkan kembali pada Ahad pekan ini, radio tersebut menyebutkan bahwa korban tersebut merupakan hasil bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah yang berlangsung sejak Kamis di wilayah Lebanon selatan.
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas bentrokan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel kembali meningkat, terutama di sektor-sektor yang menjadi titik infiltrasi dan operasi darat militer Israel. Sejumlah laporan dari media Israel menyebutkan bahwa pasukan darat menghadapi perlawanan yang kuat di beberapa desa perbatasan, sehingga mengakibatkan bertambahnya korban jiwa dan korban luka di pihak militer Israel.
Tekanan terhadap pemerintah Israel juga semakin meningkat dari dalam negeri. Sejumlah keluarga tentara yang bertugas di Lebanon menyampaikan surat kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para pemimpin militer, mendesak agar perang segera diakhiri. Mereka menilai operasi militer di Lebanon tidak memiliki tujuan yang jelas, sementara para prajurit terus menghadapi risiko tinggi di medan tempur tanpa kepastian mengenai akhir operasi.
Di sisi lain, militer Israel baru-baru ini mengumumkan rencana pengurangan sementara jumlah pasukan di front Lebanon sebagai bagian dari reorganisasi dan rotasi brigade untuk meningkatkan kesiapan operasional. Meski demikian, pihak militer menegaskan bahwa langkah tersebut tidak berarti penarikan penuh dari posisi-posisi yang saat ini mereka kuasai di Lebanon selatan.
Sementara itu, pembicaraan tidak langsung mengenai situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel masih berlangsung dengan mediasi Amerika Serikat di Washington. Namun, menurut sejumlah sumber, perundingan tersebut masih menghadapi kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai rumusan hasil akhir dan mekanisme implementasi kesepakatan.


