Washington, Purna Warta – Media Amerika Serikat, Fox News, mengklaim bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tengah mengupayakan alokasi anggaran sebesar US$672 juta sebagai bagian dari proposal anggaran yang lebih besar untuk menangani isu material nuklir Iran.
Menurut laporan Fox News, pemerintah AS mengajukan anggaran sekitar US$80 miliar, termasuk alokasi sebesar US$672 juta yang disebut akan digunakan untuk mendukung upaya terkait program nuklir Iran.
Berdasarkan klaim tersebut, dana tersebut akan dialokasikan untuk kegiatan verifikasi Amerika Serikat di dalam Iran, mendukung inspeksi yang dilakukan oleh Badan Energi Atom Internasional, serta memperluas aktivitas tim-tim tanggap darurat nuklir di berbagai wilayah Timur Tengah.
Fox News juga mengklaim bahwa tujuan anggaran tersebut adalah untuk mengakhiri kemampuan Iran dalam mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir melalui penghapusan material, teknologi, peralatan, dan infrastruktur nuklir yang dianggap sensitif.
Di sisi lain, para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa material nuklir negara tersebut tidak akan dipindahkan ke luar negeri. Pemerintah Iran juga terus menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan untuk kepentingan damai dan bukan untuk pengembangan senjata nuklir.
Iran tidak melakukan pengembangan senjata nuklir
Perselisihan mengenai program nuklir Iran telah berlangsung selama lebih dari dua dekade dan menjadi salah satu isu utama dalam hubungan antara Iran dan negara-negara Barat. Iran merupakan pihak pada Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir, yang memberikan hak untuk mengembangkan energi nuklir bagi tujuan damai dengan syarat tunduk pada pengawasan IAEA.
IAEA secara rutin melakukan inspeksi terhadap fasilitas nuklir Iran sesuai mandatnya. Dalam berbagai laporan, badan tersebut memberikan penilaian teknis mengenai tingkat pengayaan uranium, stok material nuklir, serta tingkat kerja sama Iran dengan para inspektur. Namun, IAEA tidak memiliki mandat untuk mengambil alih atau memindahkan material nuklir suatu negara tanpa dasar hukum dan kesepakatan yang berlaku.
Sementara itu, Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat menyatakan kekhawatiran bahwa kemajuan teknis program nuklir Iran dapat memperpendek waktu yang dibutuhkan apabila Iran memutuskan untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa pemimpin tertingginya telah mengeluarkan fatwa yang melarang pengembangan senjata nuklir.
Hingga saat ini, rincian mengenai usulan anggaran sebesar US$672 juta tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah AS dalam bentuk kebijakan yang telah disahkan. Oleh karena itu, informasi mengenai tujuan, mekanisme penggunaan, maupun implementasi anggaran tersebut masih merupakan klaim yang dilaporkan media dan perlu dibedakan dari kebijakan yang telah resmi diberlakukan.


