Kebrutalan Pemukim Zionis di Tepi Barat: Serangan Terorganisir terhadap Desa-desa di Tengah Diamnya Tentara Israel

Tepi Barat

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Agence France-Presse, warga Palestina pada hari Minggu melaporkan gelombang baru serangan brutal oleh pemukim Zionis terhadap beberapa desa di Tepi Barat yang diduduki. Dalam serangan tersebut, rumah-rumah dan kendaraan dibakar, sementara pasukan militer Israel kembali dinilai tidak bertindak untuk mencegah kekerasan. Tentara Israel dilaporkan baru muncul setelah kerusakan terjadi dan para penyerang meninggalkan lokasi, lalu hanya mengeluarkan pernyataan yang mengecam “kekerasan”.

Baca juga: Penasihat Militer Amerika Dilaporkan Meninggalkan Irak

Para jurnalis AFP di desa Fanduqomiya menyaksikan sisa-sisa rumah dan mobil yang hangus dibakar oleh pemukim ekstremis. Salah satu warga desa, Hassan al-Zoubi, yang rumahnya hancur total, mengatakan bahwa sekitar 200 penyerang dari permukiman Zionis Homesh menyerang desa tersebut. Ia menyebut para penyerang menggunakan bom molotov dan melemparkannya langsung ke jendela rumah warga.

Di desa Jalud, sebuah pusat kesehatan juga menjadi sasaran pembakaran yang disengaja, sementara para penyerang menuliskan slogan berbahasa Ibrani di dinding masjid desa.

Tuduhan Kelambanan Militer Israel

Sementara Palestine Red Crescent Society melaporkan puluhan orang terluka—termasuk akibat peluru tajam—dalam serangan pemukim di dekat Nablus, respons militer Israel dinilai mengikuti pola yang sama: datang terlambat setelah serangan selesai.

Para diplomat dari 13 negara Eropa dan Kanada mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai “aksi terorisme”, serta menegaskan bahwa upaya kekerasan untuk merampas tanah warga Palestina harus dihentikan.

Namun bukti di lapangan menunjukkan bahwa militer Israel tidak menunjukkan kemauan kuat untuk menangkap para pelaku atau penghasut serangan. Sebaliknya, menurut para pengamat, kondisi tersebut menciptakan ruang aman yang memungkinkan kekerasan semakin meningkat.

Baca juga: Pejabat Zionis Akui Kemungkinan Perang Berakhir Tanpa Menjatuhkan Pemerintahan Iran

Lonjakan Kekerasan yang Belum Pernah Terjadi

Menurut data resmi, sejak meningkatnya ketegangan baru-baru ini, tingkat kekerasan di Tepi Barat mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Setidaknya 1.050 warga Palestina dilaporkan tewas di Tepi Barat akibat tindakan pasukan Israel atau serangan pemukim sejak dimulainya eskalasi terbaru.

Pimpinan Otoritas Palestina mengecam apa yang disebut sebagai “serangan teroris oleh kelompok kolonialis”, dan menegaskan bahwa pemerintah pendudukan bertanggung jawab penuh atas eskalasi berbahaya dan tidak terkendali di wilayah Palestina yang diduduki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *