Pejabat Zionis Akui Kemungkinan Perang Berakhir Tanpa Menjatuhkan Pemerintahan Iran

Maqom Zionis

Doha, Purna Warta – Menurut laporan yang dikutip oleh Al Jazeera, majalah Amerika Newsweek mengutip seorang pejabat Israel yang menyatakan bahwa ada kemungkinan perang berakhir sementara struktur pemerintahan Iran tetap bertahan.

Baca juga: Jumlah Korban Luka di Arad dan Dimona Mencapai 182 Orang

Pejabat tersebut mengakui bahwa Iran telah membangun struktur keamanan yang sangat luas dan kompleks. Ia menambahkan bahwa jika sistem tersebut mampu bertahan selama konflik, Teheran dapat mengklaim dirinya sebagai pemenang perang.

Lebih lanjut, pejabat itu juga mengakui kemungkinan skenario di mana setiap pihak—baik Israel, Amerika Serikat, maupun Iran—menganggap dirinya sebagai pemenang setelah perang berakhir.

Serangan Rudal Iran Semakin Intensif

Pengakuan tersebut muncul ketika serangan rudal Iran terhadap wilayah Israel dilaporkan semakin meningkat. Pada malam sebelumnya, setelah 22 hari perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, dua wilayah di selatan Israel—Dimona dan Arad—menjadi sasaran serangan rudal besar-besaran yang diluncurkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan orang tewas atau terluka di wilayah tersebut.

Tujuan Strategis Israel Dipertanyakan

Pengakuan pejabat Israel ini muncul di tengah pernyataan keras para pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang secara terbuka menyatakan tujuan untuk melemahkan atau bahkan menjatuhkan sistem Republik Islam Iran.

Namun sejumlah analis internasional menilai bahwa tujuan tersebut sangat sulit dicapai melalui operasi militer saja. Beberapa laporan dari lembaga riset keamanan dan media internasional seperti Reuters dan The Guardian menyebutkan bahwa Iran memiliki kapasitas pertahanan berlapis, jaringan sekutu regional, serta kemampuan rudal yang signifikan yang membuat konflik berpotensi menjadi perang berkepanjangan.

Kekhawatiran Eskalasi Regional

Para pengamat juga memperingatkan bahwa konflik ini dapat meluas menjadi konfrontasi regional yang lebih besar. Ketegangan sudah meningkat di berbagai wilayah Timur Tengah, termasuk Irak, Lebanon, dan Tepi Barat, di mana kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan “poros perlawanan” dilaporkan meningkatkan aktivitas militer mereka.

Baca juga: Serangan Rudal Iran Menyasar Safed dan Haifa di Wilayah Pendudukan

Beberapa analis keamanan menyebut bahwa jika perang berakhir tanpa perubahan besar pada struktur politik Iran, maka Teheran kemungkinan akan mempresentasikan hasil tersebut sebagai kemenangan strategis, terutama jika mampu mempertahankan stabilitas internal dan terus meluncurkan serangan balasan terhadap Israel.

Dengan demikian, konflik ini bukan hanya soal kemenangan militer di medan perang, tetapi juga pertarungan narasi politik dan persepsi kemenangan di tingkat regional maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *