Jumlah Korban Luka di Arad dan Dimona Mencapai 182 Orang

Majruh

Ankara, Purna Warta – Berdasarkan laporan yang dikutip dari Anadolu Agency, kementerian tersebut pada hari Minggu mengumumkan bahwa 118 orang terluka di kota Arad dan 64 orang lainnya di wilayah Dimona.

Baca juga: Serangan Rudal Iran Menyasar Safed dan Haifa di Wilayah Pendudukan

Rincian Kondisi Korban

Kementerian Kesehatan Israel menyatakan bahwa dari 118 korban luka di Arad, sebanyak 116 orang telah dipindahkan ke Soroka Medical Center di Beersheba.

Di antara korban yang dirawat di rumah sakit tersebut:

7 orang dalam kondisi kritis
22 orang dalam kondisi sedang
87 orang mengalami luka ringan

Selain itu, dua orang dengan luka sedang dipindahkan ke Sheba Medical Center di Tel Aviv.

Sementara itu, dalam serangan di Dimona, sebanyak 64 orang juga dibawa ke Soroka Medical Center, dengan rincian:

1 orang dalam kondisi kritis
2 orang dalam kondisi sedang
61 orang mengalami luka ringan
Laporan Awal Tim Penyelamat

Sebelumnya, layanan darurat Israel melaporkan bahwa 67 orang terluka di Arad dan 50 orang di Dimona akibat hantaman rudal. Seorang pejabat setempat mengatakan bahwa satu rudal menghancurkan seluruh satu lingkungan permukiman di Arad, menyebabkan puluhan warga terluka.

Dugaan Sensor Informasi Korban

Angka korban ini muncul di tengah laporan bahwa otoritas Israel melakukan sensor ketat terhadap informasi mengenai dampak serangan rudal Iran dan serangan dari kelompok sekutu seperti Hezbollah.

Militer Israel juga dilaporkan memperketat pengawasan media dan memperingatkan warga agar tidak menyebarkan video korban atau mengungkap lokasi yang menjadi target serangan.

Baca juga: Trump Mengkritik Keras Presiden Israel dalam Dukungan untuk Netanyahu

Latar Belakang Konflik

Konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat memulai serangan militer terhadap Iran.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer dan fasilitas Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan ini masih terus berlanjut sebagai respons terhadap apa yang disebut Iran sebagai agresi Amerika–Zionis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *