Doha, Purna Warta – Menurut laporan Al Jazeera, Trump menuduh Herzog, Presiden Israel berbohong dan mengingkari janji untuk mengampuni Netanyahu. Trump menyatakan dalam wawancara dengan Channel 14 Israel:
Baca juga: Gelombang 75: Garda Revolusi Iran Menyerang Posisi Baru Musuh dan Tempat Persembunyian Pasukan
“Apakah presiden lemah Anda tidak mau memberinya pengampunan? Dia sudah berulang kali menjanjikan hal ini kepada saya, tapi dia berbohong.”
Trump menekankan bahwa Netanyahu seharusnya fokus pada perang dengan Iran alih-alih memikirkan persoalan pengampunan atau kasus hukum, dan menyebut Herzog sebagai “lemah dan menyedihkan.”
Presiden AS sebelumnya telah berulang kali berusaha menghentikan proses pengadilan terhadap Netanyahu di pengadilan Israel atas tuduhan korupsi dan penyelewengan ekonomi. Herzog sebelumnya menyatakan pada 13 Februari bahwa isu pengampunan Netanyahu masih dalam proses pemeriksaan dan akan diputuskan tanpa pengaruh tekanan domestik maupun internasional.
Awal bulan ini, Trump kembali menegaskan kritiknya terhadap Herzog, menyebutnya sebagai “aib” dan menyatakan niatnya untuk membongkar reputasi Herzog secara publik.
Serangan Trump ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik Israel–Iran, di mana Netanyahu menghadapi tekanan domestik dan internasional. Fokus Trump pada pengampunan Netanyahu selaras dengan dukungan berkelanjutan terhadap perdana menteri Israel itu, terutama dalam menghadapi tuduhan korupsi yang masih berjalan.
Selain itu, insiden ini menyoroti perbedaan pendekatan antara Presiden Israel Herzog dan Netanyahu, dengan Herzog mencoba menyeimbangkan tekanan hukum dan diplomatik, sementara Netanyahu dan sekutunya, termasuk dukungan eksternal dari Trump, lebih menekankan strategi militer dan keamanan nasional.
Serangkaian komentar Trump ini menambah ketegangan politik dalam negeri Israel dan menunjukkan bagaimana konflik regional telah menjadi faktor penentu dalam politik internal rezim Israel.


