Iran Serukan PBB Lindungi Warga Sipil Lebanon di Tengah Berlanjutnya Serangan Israel

Lebanon

Tehran, Purna Warta – Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah-langkah guna melindungi warga sipil Lebanon, mendokumentasikan pelanggaran Israel, serta menempuh tindakan hukum atas kejahatan yang dilakukan selama serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu, lembaga hak asasi manusia tersebut mengatakan bahwa serangan militer Israel yang terus berlangsung baru-baru ini telah menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Lembaga itu mengkritik kegagalan masyarakat internasional dalam mengambil tindakan efektif untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran terhadap hak-hak dasar, termasuk hak untuk hidup, keamanan, dan martabat manusia. Serangan itu juga dinilai melanggar prinsip-prinsip utama hukum humaniter internasional, termasuk prinsip pembedaan antara sasaran militer dan sipil serta prinsip proporsionalitas dalam konflik bersenjata.

Lembaga hak asasi manusia tersebut juga memperingatkan bahaya “standar ganda” dalam respons internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Menurutnya, perlindungan terhadap warga sipil tidak boleh bergantung pada kewarganegaraan, lokasi, atau kondisi politik mereka.

Lebih lanjut, lembaga itu menyatakan bahwa sikap tidak bertindak dari sejumlah badan hak asasi manusia internasional serta kegagalan Dewan Keamanan PBB dalam mengambil langkah-langkah efektif telah melemahkan prinsip pertanggungjawaban internasional dan dapat mendorong terjadinya lebih banyak pelanggaran.

Lembaga hak asasi manusia tertinggi Iran tersebut menyerukan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, serta mekanisme internasional lainnya untuk segera mengambil langkah-langkah guna melindungi warga sipil Lebanon, mendokumentasikan pelanggaran, dan menempuh tindakan hukum atas kejahatan yang dilakukan selama serangan tersebut.

Pernyataan itu dikeluarkan ketika pasukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara dan artileri baru di wilayah Lebanon selatan pada Minggu.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah, pesawat tempur Israel menyerang hutan Ali al-Taher di dekat Nabatieh al-Fawqa sebelum melancarkan serangan lainnya ke kota tersebut kurang dari 15 menit kemudian.

Pesawat-pesawat Israel juga melancarkan tiga serangan terhadap Kfar Tebnit, sementara serangan udara lainnya menyasar sekitar Bukit al-Dabsha di dekat Nabatieh al-Fawqa. Wilayah Zawtar al-Sharqiyah juga menjadi sasaran tembakan artileri Israel.

Belum ada laporan segera mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat serangkaian serangan terbaru tersebut.

Serangan-serangan itu terjadi meskipun terdapat kerangka kesepakatan yang disponsori AS antara pemerintah Beirut dan rezim Tel Aviv, yang ditandatangani pada 26 Juni.

Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan hampir 4.400 orang dan melukai 12.500 lainnya.

Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk kawasan yang telah dikuasainya selama beberapa dekade serta wilayah lain yang direbut dalam perang dan operasi militer baru-baru ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *