Iran Mengecam Pembunuhan Komandan Senior Hizbullah Oleh Israel

Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam keras kejahatan teroris rezim Zionis yang menargetkan permukiman di Beirut dan pembunuhan komandan senior Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai.

Baca juga: Araqchi Kecam Unilateralisme AS dan Agresi Israel

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran berat” terhadap perjanjian gencatan senjata November 2024 dan “serangan brutal” terhadap kedaulatan Lebanon.

Kementerian menekankan perlunya meminta pertanggungjawaban para pemimpin kriminal Israel atas “tindakan teroris” dan kejahatan perang.

Gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, secara resmi mengonfirmasi gugurnya komandan seniornya, Haytham Ali Tabatabai, dalam serangan udara Israel yang menghancurkan di pinggiran selatan Beirut pada hari Minggu.

Israel melancarkan “serangan berbahaya” terhadap apartemen-apartemen hunian di Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, pada hari Minggu yang menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk komandan senior Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai, dan empat pejuang perlawanan. Serangan itu juga melukai 28 orang lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak.

Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memberikan penghormatan kepada Komandan Tabatabai, memuji dedikasinya seumur hidup dalam membela Lebanon dari agresi Israel.

Kementerian juga mengkritik Amerika Serikat atas dukungannya terhadap Israel, dengan menyatakan bahwa dukungan ini menyebabkan pelanggaran gencatan senjata berulang kali oleh rezim Zionis.

Kementerian juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap kejahatan Israel, dan menyebut serangan militer ini sebagai ancaman bagi perdamaian regional dan global.

“Kementerian Luar Negeri menganggap ketidakpedulian dan kebisuan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanannya terkait agresi berkelanjutan dan kejahatan rezim Israel yang tak terhitung jumlahnya terhadap rakyat Lebanon sebagai hal yang disesalkan dan tidak dapat dibenarkan,” demikian pernyataan tersebut.

Kementerian menyerukan “tindakan serius oleh komunitas internasional untuk melawan terorisme terorganisir dan hasutan perang rezim Zionis terhadap Lebanon dan negara-negara lain di kawasan.”

Baca juga: Velayati Mengecam Serangan Mematikan Rezim Israel Di Beirut

“Tidak diragukan lagi, petualangan militer rezim Zionis di kawasan Asia Barat merupakan ancaman terbesar, tidak hanya bagi perdamaian dan stabilitas kawasan ini, tetapi juga bagi perdamaian dan keamanan internasional, dan oleh karena itu, menghadapi ancaman ini merupakan tanggung jawab global,” pungkas kementerian.

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel telah menewaskan hampir 4.000 orang dan membuat lebih dari 1,2 juta penduduk di seluruh negeri mengungsi sejak Oktober 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *