Teheran, Purna Warta – Iran mengecam serangan darat dan udara rezim Israel di kota Beit Jinn di Suriah selatan yang menewaskan sedikitnya 13 orang. Beberapa negara Teluk Persia kemudian mengeluarkan pernyataan mereka sendiri yang mengecam serangan tersebut.
Baca juga: Iran Desak Integrasi ECO yang Lebih Kuat untuk Hadapi Tantangan Regional
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam serangan darat dan udara Israel ke Beit Jinn di Suriah selatan dan pembunuhan warga sipil Suriah.
Ia mengatakan negara-negara di kawasan tersebut memiliki hak yang melekat untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial mereka dari agresi Israel.
Baqaei mengatakan perlawanan pemuda Suriah terhadap pasukan Israel merupakan respons yang wajar dan sah terhadap serangan tersebut.
Ia mengutip pelanggaran hukum internasional yang terus dilakukan Israel dan meluasnya tindakan kriminalnya di seluruh kawasan.
Ia menyebut ketidakpedulian Dewan Keamanan PBB atas serangan Israel terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara seperti Suriah dan Lebanon sebagai hal yang sangat disesalkan.
Baqaei juga memperingatkan bahwa situasi ini dapat berimplikasi serius bagi perdamaian dan stabilitas global.
Kementerian Luar Negeri Suriah sebelumnya mengecam serangan terhadap Beit Jinn sebagai pembantaian dan mengatakan pasukan Israel beralih ke penembakan tanpa pandang bulu setelah gagal maju di darat.
Qatar kemudian mengatakan eskalasi tersebut “memperdalam ketegangan dan melemahkan upaya untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan.”
Kementerian Luar Negeri Qatar mendesak masyarakat internasional untuk bertindak guna menghentikan pelanggaran Israel, melindungi warga sipil, dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab di bawah hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan pihaknya “mengutuk dan mengecam serangan terang-terangan” oleh pasukan Israel dan menuduh Israel berusaha “merusak keamanan dan stabilitas Suriah dan rakyatnya.”
Kementerian Luar Negeri Kuwait juga mengutuk serangan tersebut dan mengatakan bahwa “serangan kriminal” tersebut mencerminkan tindakan destabilisasi Israel yang mengancam keamanan regional dan melemahkan upaya de-eskalasi.
Baca juga: Ayatollah Khamenei: Intervensi Global AS Membuatnya Semakin Dibenci
Setidaknya 13 warga Suriah, termasuk lima dari satu keluarga, tewas dan lebih dari dua lusin lainnya terluka dalam serangan Israel di Beit Jinn di pinggiran Damaskus.
Korban jiwa tersebut menyusul serangan Kamis malam oleh helikopter dan pesawat tak berawak Israel setelah pasukan Israel memasuki kota dan dikepung oleh penduduk, yang memicu baku tembak dan bentrokan.
Setelah konfrontasi selama dua jam, pasukan Israel mundur dari Beit Jinn dan kembali ke posisi semula di bukit Butt al-Warda di pinggiran kota.
Media Israel melaporkan bahwa enam personel Israel terluka dalam bentrokan tersebut, termasuk tiga yang luka parah.
Beberapa kelompok perlawanan mengutuk serangan tersebut dan memuji “serangan heroik” oleh penduduk Beit Jinn.


