Baghdad, Purna Warta – Kepala Pusat Energi Irak memperingatkan kemungkinan harga minyak mencapai lebih dari 100 dolar AS per barel jika ketegangan di kawasan terus berlanjut.
Menurut laporan Al Mayadeen, pasar energi global tengah mengalami ketidakstabilan dan kenaikan harga akibat meningkatnya ketegangan militer di kawasan serta serangan Amerika Serikat terhadap Iran, yang berlangsung bersamaan dengan terganggunya lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Dalam kondisi tersebut, harga minyak Brent dan minyak mentah Amerika Serikat mengalami kenaikan signifikan.
Dalam perkembangan terkait, Furat al-Mousawi, Kepala Pusat Energi Irak, menegaskan bahwa kembali pecahnya konflik di kawasan dan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz menunjukkan kegagalan jalur politik dan upaya untuk mencapai solusi yang komprehensif.
Ia menambahkan bahwa dalam situasi tersebut, harga minyak Brent berpotensi mengalami kenaikan tajam dan bahkan dapat mencapai 100 dolar AS per barel.
Sehari sebelumnya, harga minyak dilaporkan telah mencapai sekitar 95 dolar AS per barel.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia. Gangguan berkepanjangan terhadap lalu lintas kapal tanker di kawasan tersebut dapat memberikan tekanan lebih lanjut terhadap harga energi global.
Dengan demikian, peringatan dari pejabat Irak tersebut muncul ketika harga minyak dunia semakin mendekati ambang psikologis 100 dolar per barel. Eskalasi konflik atau gangguan yang lebih besar terhadap pelayaran di Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak menembus level tersebut.


