“Ilusi Kekuasaan Mutlak Anda Telah Runtuh”: Iran Kecam Menteri Keuangan AS dengan Analogi Perang “Halaman Belakang”

ilusi

Tehran, Purna Warta – Seorang diplomat Iran melontarkan kecaman terhadap Menteri Keuangan AS Scott Bessent, menepis retorikanya yang agresif sebagai bualan bodoh layaknya seorang anak yang sedang bermain di halaman belakang rumah, serta menyatakan bahwa “perang pilihan” ilegal Washington terhadap Iran justru telah menghancurkan ilusi hegemoni Amerika.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu, bertepatan dengan peringatan kesyahidan Raeis Ali Delvari, seorang komandan legendaris Iran yang memimpin pemberontakan sengit rakyat setempat melawan pasukan imperialis Inggris pada awal abad ke-20.

Pernyataan Baqaei secara langsung menanggapi analogi kontroversial yang sebelumnya disampaikan Bessent dan menuai banyak kritik.

Dalam menjelaskan sikap keras dan maksimalisnya terhadap Iran, Menteri Keuangan AS tersebut dilaporkan mengingat kembali masa kecilnya di South Carolina. Ia mengklaim bahwa ular berbisa yang berada di halaman belakang rumahnya diatasi dengan menggunakan “garu atau parang.”

“Di situlah tepatnya Bessent keliru,” tulis Baqaei dalam sebuah unggahan di X. “Ia mengira kedalaman sejarah dan kebudayaan Iran sama dengan luas halaman belakang rumah masa kecilnya.”

Satu Abad Mengalahkan Imperium

Mengambil perbandingan dari sejarah, diplomat Iran tersebut mengingatkan pejabat AS itu mengenai kegagalan upaya Imperium Inggris untuk menaklukkan wilayah selatan Iran lebih dari satu abad yang lalu.

Ketika pasukan Inggris mengerahkan “seluruh kekuatan dan kebrutalannya” ke wilayah pesisir Bushehr dan Tangestan, mereka berhasil membunuh Raeis Ali Delvari.

Namun, Baqaei menegaskan bahwa terbunuhnya pemimpin tersebut tidak mematahkan semangat bangsa Iran. Sebaliknya, perlawanan rakyat semakin intensif, hingga akhirnya menguras kekuatan imperialis Inggris dan memaksanya menghadapi kenyataan bahwa rakyat Iran menolak untuk ditundukkan.

Baqaei menggunakan pelajaran sejarah tersebut untuk menyoroti kesalahan perhitungan mendasar para pembuat kebijakan Amerika modern yang memandang Timur Tengah melalui sudut pandang sempit dan imperialis.

Beralih ke perang yang sedang berlangsung saat ini, Baqaei mengecam kampanye militer dan ekonomi AS yang terus berlangsung terhadap Iran. Ia menggambarkannya sebagai agresi yang melanggar hukum dan tidak beralasan, yang justru berbalik merugikan Washington secara mendasar.

“‘Perang pilihan’ brutal Anda… dimaksudkan untuk mendorong bangsa Iran menuju kehancuran,” ujar Baqaei. “Namun, yang runtuh justru adalah ilusi tentang kekuasaan mutlak Anda, dan bersamanya runtuh pula setiap klaim Anda atas kedudukan moral.”

Mengakhiri pesannya, diplomat Iran tersebut menekankan besarnya kesenjangan antara arogansi politik Amerika dan realitas peradaban Iran.

“Sejarah jauh lebih besar daripada kenangan seorang anak dan ‘halaman belakang’ mereka,” tulis Baqaei.

Ia menambahkan bahwa sejarah akan memberikan penilaian yang jelas dan tanpa ampun terhadap mereka yang menganggap dirinya sebagai pahlawan bersenjatakan parang, tetapi sepenuhnya tidak memahami sebuah peradaban besar yang telah berusia ribuan tahun dengan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan yang mendalam dan tidak dapat dipatahkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *