Berlin, Purna Warta – Pemerintah Jerman telah menyetujui penjualan senjata dan peralatan militer senilai ratusan juta dolar kepada rezim Israel di tengah perang genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Mengutip tanggapan pemerintah terhadap sebuah pertanyaan parlemen, Der Spiegel melaporkan pada Rabu bahwa Berlin telah menyetujui ekspor persenjataan senilai 930 juta dolar kepada rezim Israel hanya dalam periode Januari hingga Juni.
Laporan tersebut menambahkan bahwa lisensi ekspor yang disetujui oleh pemerintah Kanselir Friedrich Merz melonjak hingga lebih dari empat kali lipat dibandingkan total yang disetujui sepanjang tahun 2025.
Menurut pemerintah, sekitar seperlima dari ekspor tersebut berkaitan dengan kerja sama industri militer Jerman-Israel yang memberikan manfaat bagi Angkatan Bersenjata Jerman.
Sekitar dua pertiga dari nilai ekspor yang telah disetujui terkait dengan INS Drakon, sebuah kapal selam kelas Dolphin II sepanjang hampir 70 meter yang dibangun untuk rezim Israel oleh perusahaan pembuat kapal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS).
Kapal tersebut, yang mampu tetap berada di bawah permukaan laut selama berminggu-minggu, meninggalkan Kiel pada Selasa dan dilaporkan sedang menuju kawasan tersebut.
Sementara itu, persenjataan lainnya tidak diklasifikasikan sebagai “senjata perang” dan mencakup senjata ringan, amunisi, bahan peledak, serta drone, menurut Der Spiegel.
Merz sebelumnya menangguhkan ekspor senjata yang dapat digunakan di Gaza pada 8 Agustus setelah rezim Israel memutuskan untuk memperluas operasi militernya di wilayah tersebut. Pembatasan itu hanya berlaku selama sekitar tiga setengah bulan.
Setelah pemerintahan Merz mencabut sebagian pembatasan terhadap ekspor senjata kepada rezim Israel pada 24 November 2025, ekspor persenjataan Jerman melonjak tajam.
Lea Reisner, juru bicara Partai Kiri untuk urusan internasional, menuduh pemerintah menerapkan “standar ganda tanpa batas” dalam kebijakan luar negerinya.
Reisner mengecam pemerintah karena mengutuk pernyataan yang menargetkan penduduk sipil Gaza yang disampaikan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel dari kelompok sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, sementara pada saat yang sama terus meningkatkan dukungan militernya kepada rezim tersebut.
Partai Kiri Jerman kembali menyerukan penghentian segera dan menyeluruh terhadap ekspor senjata Jerman kepada rezim Israel.
Berlin telah lama menjadi salah satu pendukung terkuat rezim Israel. Para pemimpin Jerman kerap membela dukungan tersebut sebagai “tanggung jawab historis” yang berasal dari masa lalu Nazi Jerman dan Holocaust.
Pada 2023, Jerman menyetujui ekspor senjata dan peralatan militer senilai 327 juta euro kepada rezim Israel, meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 2022. Pemerintah kemudian menyetujui ekspor senilai 161,1 juta euro pada 2024, disusul 260 juta euro pada 2025.
Saat ini, Jerman tetap menjadi salah satu negara pengekspor senjata terbesar di dunia kepada rezim Israel.
Menurut Laporan Ekspor Persenjataan Kementerian Urusan Ekonomi yang diterbitkan pada pertengahan Juli, Berlin telah menyetujui lisensi ekspor senilai 15,8 miliar dolar selama paruh pertama 2026, lebih dari empat kali lipat dibandingkan nilai yang disetujui pada periode yang sama tahun sebelumnya.


