Doha, Purna Warta – Fawzi Barhoum, salah satu pemimpin senior Gerakan Hamas, menegaskan bahwa kegagalan operasi teror rezim Zionis di Doha, Qatar menunjukkan bahwa kejahatan tersebut bukan hanya serangan terhadap Qatar, melainkan deklarasi perang terhadap seluruh negara Arab.
Baca juga: Anak Sekolahan Trump; Reaksi Pengguna X atas Pertemuan Para Pemimpin Eropa dengan Presiden AS
Dilansir dari Al Jazeera oleh Kantor Berita Mehr, Barhoum dalam konferensi pers menekankan kegagalan operasi pembunuhan di Doha dan menyatakan: “Kami berduka atas gugurnya sejumlah pemuda pemberani kami yang syahid dalam serangan keji Zionis di Qatar.”
Ia menambahkan bahwa rakyat Palestina yang teguh bersama perlawanan yang gagah berani sedang menuliskan epos pengorbanan dan keteguhan dalam menghadapi agresi brutal Zionis. “Kejahatan rezim Zionis di Doha bukan hanya serangan terhadap Qatar, tetapi juga deklarasi perang terhadap negara-negara Arab. Serangan Zionis ke Doha menuntut aksi segera dari negara-negara Arab,” ujarnya.
Barhoum menegaskan bahwa rezim Zionis kini mengancam keamanan kawasan dan dunia internasional. Ia menambahkan: “Darah para pemimpin Hamas tidak lebih berharga dari darah anak-anak Gaza, al-Quds, Tepi Barat, dan Palestina. Ancaman pembunuhan tidak akan pernah melemahkan Hamas dalam membela hak rakyat Palestina. Justru, ancaman tersebut hanya akan memperkuat keteguhan kami.”
Menurutnya, upaya gagal untuk membunuh delegasi perunding Hamas di Doha mencerminkan upaya penjajah menciptakan ilusi kemenangan. Serangan itu terjadi ketika delegasi Hamas sedang membahas usulan gencatan senjata. “Kejahatan ini bukan hanya menargetkan delegasi perunding, tetapi menghantam keseluruhan proses negosiasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa upaya pembunuhan terhadap delegasi Hamas di Doha berlangsung sehari setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Qatar dan penyampaian usulan baru. “Kejahatan terbaru rezim Zionis membuktikan bahwa Netanyahu dan pemerintahnya sepenuhnya bertanggung jawab atas sabotase perundingan. Serangan biadab ini tidak akan mengubah sikap tegas kami maupun tuntutan jelas kami untuk menghentikan agresi,” kata Barhoum.
Baca juga: Gaza dalam Kehausan, Israel Menjanjikan Air untuk Iran”; Reaksi Warganet Iran atas Omongan Netanyahu
Dalam pernyataannya, Barhoum menyatakan solidaritas penuh dengan pemerintah, Emir, dan rakyat Qatar, serta mengapresiasi semua sikap dukungan dan penolakan terhadap agresi Zionis di Doha. Ia menyerukan kepada para pemimpin Arab dan Islam agar berdiri tegas menghadapi kesewenang-wenangan Zionis. “Pemerintah Amerika, dengan perlindungan dan dukungan terus-menerusnya terhadap Israel dalam melawan rakyat kami, adalah mitra penuh dalam kejahatan ini,” tambahnya.
Barhoum juga mengungkapkan bahwa istri Khalil al-Hayya, pemimpin Hamas di Gaza sekaligus ketua delegasi perunding, serta menantu perempuannya dan cucu-cucunya ikut terluka dalam serangan Israel di Doha.


