Beirut, Purna Warta – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, mengatakan bahwa kelompoknya tak akan melucuti senjata mereka, menolak keputusan pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata perlawanan dan memperingatkan bahwa senjata mereka penting untuk melindungi negara dari Israel.
Baca juga: PBB: Lebih dari 36.000 Warga Gaza Mengungsi Akibat Meningkatnya Pengeboman Israel
“Jika bukan karena perlawanan, Israel akan mencapai Beirut, sebagaimana mereka mencapai Damaskus,” kata Sheikh Qassem pada hari Senin dalam pernyataan yang disiarkan oleh TV al-Mayadeen. “Kami tak akan pernah melucuti senjata kami, yang melindungi nyawa, kehormatan, tanah, dan martabat kami.”
Sheikh Qassem mengatakan pemerintah Lebanon telah membuat “keputusan yang salah” dengan mengupayakan perlucutan senjata, dengan alasan bahwa langkah tersebut didikte oleh Amerika Serikat dan Israel.
Ia menambahkan bahwa selama serangan Israel berlanjut, peran Hizbullah sebagai benteng melawan ambisi ekspansionis Israel akan tetap ada.
Baca juga: Kepala UNRWA Mengecam Penyangkalan Israel yang ‘Memalukan’ atas Kelaparan di Gaza
Mereka yang berusaha melucuti senjata Hizbullah secara efektif “berusaha merenggut nyawa kami,” ujarnya, seraya bersumpah bahwa kelompok tersebut akan berdiri teguh dalam menghadapi upaya-upaya tersebut.
Sheikh Qassem menekankan bahwa perlawanan tersebut mendukung tentara nasional Lebanon, yang menurutnya harus tetap menjadi pembela utama negara, sementara persenjataan Hizbullah berfungsi sebagai kekuatan pelengkap dalam menghadapi Israel.


