Teheran, Purna Warta – Menteri luar negeri Iran mengadakan konsultasi telepon dengan pejabat senior dari Inggris, Turki, Prancis, Qatar, Irak, Mesir, Arab Saudi, dan Pakistan untuk membahas perkembangan regional terkini menyusul tanggapan Iran terhadap pelanggaran berulang-ulang Israel terhadap gencatan senjata di Lebanon.
Araqchi berbicara secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noël Barrot, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir.
Selama diskusi, Menteri Luar Negeri Iran memberi pengarahan kepada para pejabat mengenai tanggapan Republik Islam terhadap pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali dilakukan rezim Zionis di Lebanon dan bertukar pandangan mengenai perkembangan regional terkini.
Dalam percakapannya dengan menteri luar negeri Irak, Araqchi membahas tanggapan Iran menyusul pelanggaran berulang kali terhadap ketentuan perjanjian gencatan senjata 8 April dan berulangnya tindakan agresif Israel terhadap Lebanon.
Pembicaraan dengan menteri luar negeri Mesir berfokus pada perkembangan regional yang sedang berlangsung serta tanggapan Iran terhadap serangan Israel terhadap Lebanon dan pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata di berbagai bidang.
Araqchi dan menteri luar negeri Saudi juga membahas tanggapan Angkatan Bersenjata Iran terhadap pelanggaran gencatan senjata 8 April dan kelanjutan tindakan agresif rezim Israel terhadap Lebanon dan kawasan yang lebih luas.
Konsultasi tersebut merupakan bagian dari keterlibatan diplomatik intensif Teheran yang bertujuan untuk mengatasi konsekuensi dari tindakan berkelanjutan rezim Israel terhadap Lebanon dan menilai situasi yang berkembang di wilayah tersebut.


