Damaskus, Purna Warta – Menurut laporan tersebut, pasukan Israel menggunakan lima kendaraan militer untuk memasuki desa Samdaniyah al-Syarqiyah, yang terletak di provinsi Quneitra, selatan Suriah.
Tindakan agresif ini dianggap tidak biasa karena kedalaman penetrasi dan lokasi perbatasannya yang sensitif.
Baca juga: Jumlah Syuhada di Gaza Meningkat Menjadi 68.519 Orang
Berdasarkan informasi yang tersedia, pasukan Israel menyerang wilayah Suriah dan mendirikan pos pemeriksaan militer di jalan raya al-Salam, yang hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari Damaskus.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai tujuan operasi pasukan Zionis dalam serangan ini atau lama waktu mereka berada di wilayah tersebut.
Serangan Serupa Sebelumnya
Wilayah ini sebelumnya juga menjadi sasaran infiltrasi serupa pada tanggal 15 bulan ini.
Dalam operasi tersebut, pasukan Israel dengan delapan kendaraan militer, satu kendaraan pengangkut personel lapis baja berat jenis Terex, dan dua tank, bergerak dari arah Tal Krum Jaba menuju desa Samdaniyah al-Syarqiyah.
Setelah beberapa jam operasi, pasukan tersebut mundur ke kota Quneitra yang telah hancur.
Penggerebekan di Desa Ofania
Menurut laporan kantor berita SANA, kelompok lain dari pasukan Israel juga menyerbu desa Ofania, yang berada di pinggiran Quneitra, dan memeriksa dua rumah warga di daerah tersebut.
Kelompok ini kemudian menarik diri dan meninggalkan wilayah itu.
Eskalasi Ketegangan di Suriah
Tindakan-tindakan ini dilaporkan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan lapangan antara rezim Zionis dan Suriah.
Laporan menunjukkan bahwa setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada 8 Desember lalu, rezim Zionis mengabaikan perjanjian gencatan senjata tahun 1974 dan memulai serangkaian operasi militer serta infiltrasi di wilayah sipil Suriah.
Baca juga: Bagaimana Hamas Berhasil Mengalahkan Teknologi Spionase Tercanggih Israel?
Selain itu, pasukan Israel juga meningkatkan serangan udara dan artileri terhadap pos-pos militer Suriah di bagian selatan dan pinggiran Damaskus.
Sementara itu, pembicaraan keamanan terbaru antara pihak Israel dan Suriah belum menghasilkan kesepakatan berarti untuk memulihkan stabilitas di perbatasan selatan.


