Bagaimana Hamas Berhasil Mengalahkan Teknologi Spionase Tercanggih Israel?

Hamas q

Gaza, Purna Warta – Menurut laporan al-Alam, Oler dikembangkan oleh sebuah perusahaan teknologi Israel yang merancang sistem untuk mengubah foto udara suatu wilayah menjadi peta digital tiga dimensi (3D) menggunakan kecerdasan buatan.
Peta-peta ini diperbarui secara berkala dan real-time.

Baca juga: Anggota Knesset Israel Mendesak Komunitas Internasional untuk Mencegah “Genosida” yang Mengancam di Tepi Barat

Beberapa waktu kemudian, perusahaan Israel “Asia Technologies”, yang didirikan pada tahun 2003 dan bergerak di bidang taktik pertahanan dan keamanan, mengambil alih pengembangannya.
Diketahui bahwa para eksekutif perusahaan ini merupakan mantan perwira militer Israel yang kini memberikan layanan langsung kepada tentara Zionis.

Sistem “Oler” dan Kemampuannya

Sistem Oler pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020, dan pada tahun 2023 digunakan untuk mengubah citra udara Gaza menjadi peta digital bagi militer Israel.

Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengubah gambar udara menjadi peta digital interaktif yang dapat diakses melalui ponsel tanpa memerlukan GPS.
Selain itu, sistem ini juga dapat beroperasi melalui jaringan nirkabel terenkripsi, bahkan secara offline.

Oler memanfaatkan kamera biasa maupun kamera penglihatan malam, kemudian menganalisis gambar melalui AI untuk menghasilkan peta tiga dimensi.
Sistem ini mendeteksi perubahan di lapangan, seperti runtuhnya bangunan atau jembatan, dengan membandingkan data terbaru dengan citra lama, sehingga peta selalu diperbarui secara otomatis.

Hamas Menonaktifkan Sistem Oler

Namun, surat kabar ekonomi Israel The Marker melaporkan bahwa Hamas berhasil menonaktifkan sistem Oler selama perang di Gaza, sehingga menghalangi militer Israel menggunakan peta digital tersebut.

Kejadian ini terjadi setelah sekitar 100 unit perangkat Oler jatuh ke tangan Hamas selama pertempuran di Gaza.

Baca juga: Hamas: Israel Gagal Mencapai Tujuannya Lewat Genosida di Gaza

Militer Israel kemudian mengakui bahwa Hamas berhasil menembus sistem pemantauan udara dan jaringan Oler, sehingga menghambat transfer data dan citra udara ke server pusat.
Akibatnya, pasukan darat Israel kehilangan koneksi dengan komando militernya.

Kelemahan dan Kegagalan Israel

Salah satu kelemahan utama Oler adalah ketergantungannya pada pembaruan rutin.
Namun, serangan udara intensif Israel terhadap Gaza menyebabkan citra udara menjadi terdistorsi, membuat proses pembaruan satelit menjadi sulit.

Selain itu, karena keterlibatannya dalam kejahatan perang dan genosida di Gaza, sistem Oler serta perusahaan pengembangnya kini dikenai sanksi oleh sejumlah negara Eropa.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun Israel unggul dalam kekuatan militer, intelijen, media, dan teknologi, rezim Zionis tetap gagal menghadapi tekad, keyakinan, dan hak rakyat Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *