Jakarta, Purna Warta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengecam protes baru-baru ini yang menentang kondisi ekonomi dan kesenjangan, dengan menyatakan bahwa beberapa aksi selama demonstrasi nasional merupakan makar dan terorisme.
Negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah mengalami protes besar di kota-kota besar, termasuk ibu kota, menyusul rekaman video seorang pengemudi ojek yang ditabrak kendaraan taktis polisi pada demonstrasi sebelumnya yang menentang fasilitas parlemen.
“Hak untuk berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Jakarta pada hari Minggu, AFP melaporkan.
Presiden Indonesia menekankan bahwa protes harus tetap damai dan memperingatkan bahwa negara akan campur tangan jika fasilitas umum dihancurkan atau rumah-rumah pribadi dijarah.
Komentar presiden ini menyusul penjarahan kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang mengharuskan tentara untuk menjaga properti tersebut menurut keterangan saksi mata. Kemarahan publik telah meluas hingga ke anggota DPRD, dengan beberapa orang melaporkan rumah mereka digeledah dalam beberapa hari terakhir.
Para pengunjuk rasa memiliki banyak keluhan, tetapi demonstrasi baru-baru ini berfokus pada pengungkapan bahwa anggota DPRD menerima tunjangan perumahan hampir sepuluh kali lipat lebih tinggi daripada upah minimum Jakarta.
Tragedi terjadi di kota Makassar, Makassar, di mana setidaknya tiga orang tewas setelah pengunjuk rasa membakar gedung DPRD.
Dua pekerja tewas di tempat kejadian, sementara seorang pegawai negeri sipil kemudian meninggal di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.
Kerumunan massa terlihat bersorak dan bertepuk tangan saat api menghanguskan gedung dengan sedikit penjagaan keamanan.
Kerusuhan telah menyebar ke kota-kota besar lainnya termasuk Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya di Jawa Timur, dan Medan di Provinsi Sumatera Utara.
Sebuah gedung DPRD dibakar di Pulau Lombok, sementara sebuah markas polisi di Surabaya dibakar pada hari Sabtu.
Protes-protes ini merupakan tantangan terbesar dan paling keras terhadap kepresidenan Prabowo, yang menguji mantan jenderal tersebut dalam masa pemerintahannya yang kurang dari setahun.
Ia telah menjanjikan penyelidikan atas kematian pengendara sepeda motor Affan Kurniawan dan bantuan untuk keluarganya, dengan tujuh petugas dari kendaraan taktis tersebut ditahan untuk diinterogasi.
Krisis yang semakin memburuk telah memaksa Prabowo untuk membatalkan rencananya menghadiri parade militer di Tiongkok untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia II demi memantau situasi dalam negeri.
Meskipun menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh negara, presiden telah menghadapi protes terhadap pemotongan anggaran pemerintah yang meluas sebelum kerusuhan saat ini.
Platform media sosial TikTok menanggapi protes tersebut dengan menangguhkan sementara fitur siaran langsungnya di Indonesia selama beberapa hari, yang berdampak pada lebih dari 100 juta pengguna.


