YLKI Mendesak Pemerintah Stabilkan Stok Beras di Ritel

Jakarta, Purna Warta – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, mengungkapkan bahwa kekosongan stok beras premium dan medium di toko ritel modern masih terjadi hingga saat ini. Akibatnya, beberapa toko ritel justru menjual beras fortifikasi sebagai pengganti, yang harganya jauh lebih mahal.

Baca juga: Pertumbuhan Transaksi Kripto Melambat di Tengah Isu “September Effect”

Niti menyebut bahwa banyak konsumen merasa terkecoh dengan kondisi ini. Beras fortifikasi dijual dengan harga yang sangat tinggi, berkisar Rp 90.000 hingga Rp 130.000 per 5 kg, jauh di atas harga beras premium yang biasanya hanya sekitar Rp 55.000-60.000 untuk kemasan yang sama. Jika hanya beras fortifikasi yang tersedia, masyarakat akan sangat terbebani karena harganya yang mahal.

“Eskalasi harga beras di retail modern sangat memberatkan konsumen dan tidak sesuai dengan daya beli konsumen. Banyak konsumen terkecoh bahwa beras yang tersedia di ritel modern bukanlah beras premium biasa, melainkan beras khusus terfortifikasi yang harganya 90-130 ribu per 5 kg,” kata Niti dalam keterangannya, Minggu (7/9/2025).

Menurut Niti, beras fortifikasi tidak memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. “Beras khusus (fortifikasi) tidak memiliki aturan tetap HET dari pemerintah. Beras itu muncul imbas dari kekosongan stok beras premium dan medium di retail modern,” lanjutnya.

Tidak hanya di ritel modern, harga beras di pasar tradisional pun mengalami kenaikan, meski masih relatif terjangkau. YLKI mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian khusus agar stok dan harga beras tetap terkendali. “Ini juga harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar tidak ada kenaikan harga dan kekosongan stok beras di pasar tradisional,” tegas Niti.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Resmikan Halte Jaga Jakarta, Sisa Kebakaran Diabadikan

Menurutnya, ketersediaan beras yang melimpah tidak hanya berarti ada di gudang, tetapi juga harus mudah diakses oleh masyarakat, dengan kualitas dan harga yang terjangkau. “Oleh karena itu, YLKI meminta pemerintah menjamin ketersediaan stok beras di pasar dan memastikan keterjangkauan harga bagi konsumen,” sebut Niti.

Untuk itu, YLKI meminta pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog untuk mempercepat pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga dan mengisi kekosongan stok di pasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *