Warga Setuju Pembelian Elpiji 3 Kg Berbasis Desil, Asal Data Akurat dan Transparan

Jakarta, Purna Warta – Sejumlah warga menyatakan setuju dengan rencana pemerintah mengatur pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg) berdasarkan desil, dengan syarat data yang digunakan akurat.

Data desil dinilai harus sesuai dengan kondisi ekonomi warga agar kebijakan tersebut tidak merugikan masyarakat menengah ke bawah.

“Kalau datanya udah sesuai, saya pribadi setuju karena keenakan yang orang kaya, kalau disubsidiin juga masalah tabung gasnya,” ungkap salah satu warga bernama Apriyani (30) kepada Kompas.com, Sabtu (28/8/2026).

Menurut Apriyani, pembatasan pembelian diperlukan agar subsidi elpiji 3 kg lebih tepat sasaran. Selama ini, ia melihat masih ada warga mampu yang membeli dan menyimpan lebih dari satu tabung elpiji 3 kg di rumah, hingga empat tabung.

“Kan menurut saya itu kebangetan pelitnya,” sambung dia.

Warga lainnya, Cici (45), juga menyatakan setuju, namun meminta pemerintah memperbaiki data terlebih dahulu agar masyarakat kelas menengah ke bawah tidak menjadi korban atas kebijakan ini.

Ia menilai data desil yang akurat akan membantu pemerintah menyalurkan subsidi kepada kelompok yang tepat, dan meminta pemerintah tidak terburu-buru menerapkan kebijakan jika data belum diperbaiki.

Sementara itu, Rany (28) meminta pemerintah lebih transparan dalam pendataan dan lebih jujur, dengan melakukan sensus ekonomi berdasarkan pendapatan, bukan pengeluaran.

Menurutnya, besarnya pengeluaran seseorang tidak selalu menunjukkan kemampuan ekonominya karena bisa disebabkan oleh utang atau tanggungan lain yang menghabiskan hampir 90 persen gaji.

“Harusnya tanya pendapatannya berapa, cukup enggak buat hidupin satu keluarga, dengan harga sembako yang semakin tinggi,” jelas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *