Jajak Pendapat Dibuka di Islandia untuk Referendum Pembicaraan Aksesi UE

Reykjavik, Purna Warta – Tempat pemungutan suara mulai dibuka di seluruh Islandia pada Sabtu pagi ketika negara tersebut mengadakan referendum mengenai apakah akan melanjutkan negosiasi aksesi dengan UE.

Tempat pemungutan suara dibuka paling cepat pukul 09.00 waktu setempat, dan diperkirakan akan terjadi perbedaan pendapat di berbagai wilayah. Pemungutan suara akan berlanjut hingga malam hari, Anadolu Agency melaporkan.

Hampir 400.000 warga Islandia akan melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah akan memulai kembali perundingan aksesi dengan UE, dengan hasil awal diperkirakan akan diperoleh pada Sabtu malam hingga Minggu pagi.

Referendum bukanlah pemungutan suara mengenai keanggotaan UE. Mayoritas yang memberikan suara “Ya” akan memberikan wewenang kepada pemerintah untuk melanjutkan perundingan. Namun, kesepakatan apa pun pada akhirnya akan bergantung pada referendum kedua.

Jajak pendapat Maskina yang diterbitkan awal pekan ini menunjukkan kubu “Ya” unggul tipis dengan 51,3%, sementara 48,7% menentang. Survei Gallup sebelumnya menunjukkan bahwa kedua belah pihak memperoleh 46% suara, dan 8% ragu-ragu.

Sebuah survei terpisah yang dikutip oleh Pusat Kebijakan Eropa (EPC) menemukan bahwa 54% menentang bergabung dengan UE dan 46% mendukung.

Islandia mengajukan permohonan keanggotaan UE pada tahun 2009 setelah sistem perbankannya runtuh akibat krisis keuangan global.

Negosiasi dimulai pada tahun 2010 tetapi terhenti tiga tahun kemudian setelah pemerintahan Eurosceptic mulai menjabat. Pada tahun 2015, Reykjavik memberi tahu Brussel bahwa mereka tidak lagi ingin dianggap sebagai kandidat.

Komisi Eropa menyatakan bahwa permohonan Islandia tetap sah secara hukum dan negosiasi hanya ditunda, menurut laporan EPC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *