Jakarta, Purna Warta – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta mengatakan, Kementerian Luar Negeri berencana segera mengumpulkan seluruh duta besar (dubes) Republik Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Anis mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan langkah strategis dalam menggenjot hubungan ekonomi bilateral di tengah situasi geopolitik yang dinamis.
“Dalam waktu dekat kita juga akan mengumpulkan dubes-dubes kita di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara untuk merumuskan langkah kita ke depan bagaimana meningkatkan hubungan ekonomi khususnya dengan kawasan ini,” kata Anis Matta saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta, Senin (16/5/2026).
Anis kemudian menekankan pentingnya mendongkrak volume perdagangan dengan kawasan tersebut yang saat ini dinilai sudah menunjukkan performa baik, namun perlu ditingkatkan lagi di tengah guncangan perang yang menyebabkan gangguan logistik di kawasan ini.
Anis mengungkapkan, fokus kerjanya saat ini akan lebih banyak diarahkan pada penguatan hubungan bilateral guna meningkatkan volume agregat hubungan Indonesia dengan dunia Islam.
Ia juga menyoroti tantangan terbesar dalam meyakinkan negara-negara mitra di Timur Tengah, yaitu bahwa kerja sama yang dibangun harus berlandaskan alasan yang lebih strategis, melampaui ikatan historis atau agama semata.
“Memang saya merasakan bahwa masalah yang paling berat itu adalah menjelaskan kepada mereka mengapa Indonesia harus menjadi strategic partner teman-teman di Timur Tengah itu bukan hanya karena alasan agama, alasan identitas, atau alasan sejarah, tapi justru alasan yang jauh lebih strategis,” ucapnya.
Sejauh ini, respons dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara dinilai sangat positif, terlihat dari tingginya frekuensi kunjungan timbal balik antara Presiden Indonesia dan para pemimpin negara Arab serta Teluk.


