Jakarta, Purna Warta – TNI menyatakan total lahan yang dikelola dalam program ketahanan pangan nasional saat ini mencapai sekitar 2,5 juta hektar. Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas menjelaskan bahwa tidak seluruhnya merupakan aset TNI, sebagian adalah lahan milik pemerintah daerah dan masyarakat yang mendapat pendampingan dari TNI.
Baca juga: Mayoritas Daycare Tidak Berizin, Hanya Orientasi Bisnis
“Kami mendampingi mulai dari tahap pengelolaan lahan sampai dengan tahap panen dan distribusi hasil panen,” ujar Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).
Setiap matra TNI mengembangkan komoditas berbeda: TNI Angkatan Darat fokus pada padi, TNI Angkatan Laut mengembangkan kedelai, dan TNI Angkatan Udara mengelola tebu. Masyarakat berada di garis depan, sementara TNI berperan sebagai pendamping.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa prajurit dalam Batalyon Teritorial Pembangunan memiliki tugas baru.
Baca juga: DEN Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kokoh, Jauh dari Kondisi Krisis 1998
Menurutnya, Indonesia selama ini mengimpor 2,5 juta ton kedelai yang sebenarnya merupakan makanan ternak di luar negeri. Kemenhan akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk mengejar target swasembada pangan dan menghentikan impor kedelai.


